Beginilah Perjuangan Warga Jakarta Pengguna TransJ dan KRL Setiap Harinya

Beginilah Perjuangan Warga Jakarta Pengguna TransJ dan KRL Setiap Harinya

- detikNews
Selasa, 28 Apr 2015 10:23 WIB
Beginilah Perjuangan Warga Jakarta Pengguna TransJ dan KRL Setiap Harinya
(Foto: Widodo/pasangmata.com)
Jakarta - Bus TransJ dan KRL Commuter Line merupakan angkutan umum yang jadi andalan warga Jakarta untuk beraktivitas. Namun dua angkutan ini masih jauh dari kata nyaman. Para penggunanya harus berjuang keras hanya untuk bisa menaiki kedua angkutan umum ini.

Hampir setiap hari warga Jakarta pengguna KRL dan TransJ mengirimkan foto-foto soal angkutan ini ke pasangmata.com. Widodo Aster salah seorang pelanggan TransJ sempat mengirimkan foto antrean panjang di halte Dukuh Atas kemarin. Antrean di halte ini mengular hingga ke jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ada di luar halte. Para penumpang ini menunggu dengan sabar hanya untuk bisa masuk ke dalam halte tersebut. Foto tersebut diambil pada Senin kemarin (27/4) sekitar pukul 09.31 WIB.

Foto soal padatnya antrean di halte busway juga sempat dikirimkan Aurel. Dia mengirimkan padatnya halte busway Harmoni pada Kamis (23/4) lalu sekitar pukul 17.59 WIB. Terlihat pengguna bus berlajur khusus ini sangat padat. Para penumpang berdesakan di halte tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Berjubelnya penumpang di halte busway ini disebabkan masih kurangnya armada bus. Selain itu, jalur TransJ juga sering dibajak kendaraan pribadi sehingga menimbulkan kemacetan di dalam busway. Proses sterilisasi busway hingga kini belum membuahkan hasil berarti, padahal denda maksimal bagi kendaraan pribadi yang menerobos busway sudah cukup tinggi.

Pengguna TransJ juga kadang harus berhadapan dengan tindak kriminal. Pada Minggu (26/4) lalu seorang pencopet yang beraksi di Dukuh Atas diringkus karena mencopet hard disk milik penumpang. Maria Fransisca, seorang pengguna busway, sempat menjepret copet ini. Petugas TransJ mengikat copet dan memajang bandit ini.



Angkutan umum lain yang saat ini sedang naik daun adalah KRL. Salah satu alasan angkutan ini banyak disukai adalah karena murah dan juga cepat. Kelebihan inilah yang membuat membludaknya penumpang KRL. Hampir setiap hari gerbong kereta dan juga stasiun selalu dipadati penumpang.

Seorang penumpang bernama Adinata sempat menjepret kepadatan di Stasiun Sudirman pada Kamis (16/4) lalu sekitar pukul 19.34 WIB. Terlihat para pekerja di kawasan bisnis ini memadati seluruh peron di stasiun tersebut. Mereka berdesakan untuk bisa menunggu KRL di stasiun tersebut.



Dia juga sempat menjepret padatnya kondisi KRL tujuan Tanah Abang pada Jumat (17/4) pukul 06.42 WIB. Terlihat penumpang di KRL ini sangat padat, bahkan untuk bergerak di dalam kereta ini juga cukup sulit.



Seorang pengguna KRL lain bernama Dadang Herawan sempat menjepret kondisi saat penumpang ingin keluar di Stasiun Tanah Abang pada Senin (13/4) sekitar pukul 08.11 WIB. Penumpukan ini timbul akibat hampir berbarengannya KRL dari Bogor, Serpong dan Kampung Bandan tiba di Tanah Abang.

"Butuh waktu 15 menit-20 menit hanya untuk bisa keluar dari stasiun," keluhnya.



PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), selaku manajemen KRL, terus melakukan penambahan kereta untuk mengurangi antrean. Selain itu, penambahan rel di ruas Jakarta-Bekasi saat ini sedang dilakukan. Penambahan rel ini akan membuat perjalanan KRL dari Jakarta-Bekasi lebih lancar karena tak harus lagi berbagi rel dengan kereta tujuan luar kota.

(nal/nwk)


Berita Terkait