Hitung Mundur Eksekusi Mati, Dari Kunjungan Kedutaan Hingga Pemakaman

Hitung Mundur Eksekusi Mati, Dari Kunjungan Kedutaan Hingga Pemakaman

- detikNews
Selasa, 28 Apr 2015 06:20 WIB
Hitung Mundur Eksekusi Mati, Dari Kunjungan Kedutaan Hingga Pemakaman
Dermaga Wijayapura, akses menuju Nusakambangan
Jakarta - Sembilan orang terpidana mati kasus narkoba bakal dieksekusi. Kabarnya, Selasa (28/4) malam nanti akan menjadi akhir dari hidup mereka-mereka ini. Soalnya, tahap demi tahap jelang eksekusi sudah dilalui.

Pertama, para perwakilan kedutaan besar dari negara-negara asal masing-masing terpidana sudah diundang hadir pada Sabtu (24/4) di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Para perwakilan kedutaan besar itu menghadiri pembacaan notifikasi oleh jaksa eksekutor.

Hitung mundur 72 jam dimulai pada tiga hari yang lampau itu. Menurut hitungan teknis, eksekusi mati dilaksanakan 72 jam setelah pembacaan notifikasi jaksa eksekutor itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Minggu (26/4), keluarga-keluarga terpidana mati juga berdatangan ke pulau yang terkenal karena jeruji besinya itu. Pagi hari, keluarga duo 'Bali Nine' Myuran Sukumaran dan Andrew Chan datang di Dermaga Wijayapura dan segera menyeberang ke Nusakambangan. Ada pula sepupu dari terpidana mati asal Brasil Rodrigo Gularte yang datang. Ayah, ibu, adik, dan kakak, dan anak para terpidana terus berdatangan.

Informasi yang dikumpulkan detikcom, Minggu (26/4), proses pemindahan tahanan selesai dilakukan pada Jumat 24 April 2015, pukul 22.00 WIB. Sama seperti gelombang pertama, kamar isolasi dipusatkan di Lapas Besi, Nusa Kambangan.

Pada malam harinya, sembilan orang itu masuk ruang isolasi di Lapas Besi sekitar pukul 20.00 WIB. Kamar isolasi memuat dua terpidana mati, namun ada tiga napi yang ditempatkan sendiri dalam sel isolasi, yakni Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina), Rodrigo Gularte (Brasil), dan Sylvester Obiekwe Nwolise (Nigeria).

Zaenal Abidin, satu-satunya WNI yang dieksekusi mati satu kamar dengan Martin Anderson alias Belo, warga negara asal Ghana yang terlibat penyelundupan 500 gram heroin. Terpidana mati yang paling akhir memasuki ruang isolasi adalah Rodrigo Gularte.

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyatakan Indonesia memberikan kesempatan permintaan terakhir calon tereksekusi mati, seperti menu makan terakhir hingga upacara pemakaman. Terpidana mati dari Australia Andrew Chan menginginkan menikah dulu sebelum meninggal dunia.

Keinginan itu dipenuhi, pernikahan sederhana Andrew dengan Febiyanti Herewila dilangsungkan di Lapas Besi di pulau itu, di dalam penjara, Senin (27/4) kemarin.

Para algojo alias regu tembak juga sudah disiapkan. Kesembilan terpidana itu akan ditembak oleh sniper terlatih.
Penembak jitu yang disiapkan untuk mengeksekusi mati akan melepaskan peluru tepat ke jantung terpidana, supaya mereka bisa meninggal seketika dengan rasa sakit minimal.

Para penembak jitu itu dilatih berkali-kali untuk bisa menembak di tengah malam dengan ketepatan sasaran tinggi. Dalam pelaksanaannya, komandan regu tembak akan menyenter dada terpidana di tengah kegelapan guna memberikan sasaran tembak sniper

Untuk memenuhi hak asasi masing-masing terpidana, tokoh agama sesuai kepercayaan masing juga disiapkan. Tokoh agama ini akan membimbing kesembilan orang itu hingga menjelang eksekusi, yakni H-3 hingga hari terkahir. Upacara keagamaan usai eksekusi mati juga dipersilakan dilakukan bagi kolega terpidana.

Bahkan, tempat pemakaman bagi sembilan orang ini sudah direncanakan oleh pihak terpidana sendiri. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Tony T Spontana menyatakan pihaknya akan memenuhi permintaan itu.

‎Tony mengatakan duo Bali Nine yaitu Andrew Chan dan Myuran Sukumaran ingin dimakamkan di Australia. Pun dengan Mary Jane yang ingin dimakamkan di tanah kelahirannya di Filipina.

Sementara terpidana mati asal Nigeria, Raheem Agbaje ingin dimakamkan di Madiun, Jawa Timur. ‎Kemudian Martin Anderson yang juga dari Nigeria minta dimakamkan di Bekasi, Jawa Barat.

Untuk WN Nigeria Sylverster Obiekwe dan Okwudili Oyatanze ingin dimakamkan di tanah kelahirannya. Sedangkan WN Brazil Rodrigo Gularte belum terkonfirmasi dimana akan dimakamkan. Zainal Abidin dari Indonesia akan dimakamkan di Nusakambangan.

Meski begitu, Jaksa Agung Prasetyo belum berucap kata pasti, apakah benar sembilan orang itu akan dihukum mati pada malam nanti. "Kalau belum dengar dari saya langsung, jangan sebut dipastikan hari Selasa‎ (28/4)," kata Prasetyo saat berbincang, Senin (27/4) kemarin.


(dnu/bar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads