BNP2TKI Kirimkan 255 TKI ke Korsel, Nusron Wahid Pastikan Tak Ada Permainan

BNP2TKI Kirimkan 255 TKI ke Korsel, Nusron Wahid Pastikan Tak Ada Permainan

- detikNews
Selasa, 28 Apr 2015 01:49 WIB
BNP2TKI Kirimkan 255 TKI ke Korsel, Nusron Wahid Pastikan Tak Ada Permainan
Jakarta - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid melepaskan 255 calon TKI ke Korea Selatan (Korsel) dalam rangka program kerja sama G to G antara pemerintah Indonesia dan Korsel. Ia memastikan tak ada permainan dalam penempatan para TKI ini.

Hal itu diungkapkan Nusron dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (27/4/2015) malam. Ia baru saja melepaskan 225 calon TKI ke Korea Selatan di Gedung Korea Indonesia Technical and Cultural Cooperation Center (KITCC) BP3TKI Jakarta, Jalan Pengantin Ali No 71, Ciracas, Jakarta Timur, (27/4).

"Proses penempatan G to G ke Korea harus bersih dari segala jenis permainan, dan kita akan memastikan ke depan semua proses dan tahapannya dibuat transparan sehingga menutup peluang bagi calo atau perusahaan tertentu yang coba mau main belakang," kata Nusron.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Nusron, dirinya sudah memberikan arahan kepada jajaran Deputi Bidang Penempatan agar seluruh proses penempatan TKI dilakukan transparan. Hal itu agar tidak terjadi permainan oleh oknum diluar aparat BNP2TKI. Ia telah meminta kepada Deputi Penempatan Agusdin Subiantoro untuk segera menyiapkan sistemnya.

Nusron juga akan memantau secara langsung pada saat sending data melalui sistem dimaksud. Dia merasa tertantang dengan keluhan masyarakat akan tingginya biaya penempatan ke Korsel.

"Saya akan membuktikan dalam tahun ini proses penempatan G to G ke Korea harus benar benar bersih dan transparan," tegasnya.

Ke 255 TKI yang akan diberangkatkan tersebut akan menempati sektor pekerjaan manufaktur dan fishery (perikanan). Sebanyak 180 orang bekerja di sektor manfaktur serta sebanyak 75 orang di sektor perikanan. Pada tahun 2015 ini telah diberangkatkan TKI ke Korea sebanyak 1.700 orang.

Menurut Nusron, jadi TKI ke Korsel merupakan proses Hijrah. Karena niat berangkat sebagian besar TKI ke Korsel adalah memperbaiki nasib dan memperbaiki kehidupan keluarga. Karena itu, ia berpesan agar para TKI yang akan berangkat ke Korsel tak neko-neko selama berada di luar negeri.

"Orang Indonesia di luar negeri banyak yang menjadi sasaran perekrutan ISIS. Jadilah TKI yang berpegang teguh pada Pancasila," ujarnya. Selain itu, tantangan atau godaan lain, katanya adalah konsumerisme. Makanya ia berpesan agar para TKI jangan lupa menabung.

"Jangan sampai kalau setelah kembali ke Indonesia malah mendaftar jadi TKI lagi," ucapnya.

Agusdin dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari 55.000 kuota lowongan pekerjaan yang dibuka oleh Korsel untuk negara lain, Indonesia mendapat kuota sebesar 5.800 orang dan merupakan negara yang paling besar kuotanya dibandingkan negara lain.

"Itu artinya Indonesia masih dipercaya oleh Korea," ujar Agusdin.

Mulai 2015 ini proses penempatan TKI ke Korsel sudah menggunakan sistem online. Karena itu, Agusdin berpesan kepada TKI agar jangan menjadi TKI yang kabur-kaburan. Karena akibatnya Indonesia bisa disuspend tidak boleh mengirimkan TKI lagi ke Korsel.

(bar/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads