"Saya pimpinan fraksi merasa belum diajak bicara. Itu ide baik baik saja, karena menciptakan sesuatu yang monumental. zaman Novanto apa, Marzuki apa, mereka juga kan pengen dikenang, nanti anak cucunya bangga," kata sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto di ruangannya, gedung DPR, Jakarta, Senin (27/4/2015).
Bambang mengaku belum mengetahui rincian dan detail rencana proyek pembangunan termasuk renovasi gedung baruβ itu. Menurutnya, proyek ini rentan menuai pro kontra atau kritik publik jika tak relevan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, Bambang mengaja masyarakat untuk turut mengawasi proyek yang akan dimulai pembangunannya pada Agustus 2015 ini, dengan peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo.
"Mari kita awasi bareng bareng. Ini cara pandang pimpinan bisa beda dalam lihat momentum," ucap Bambang.
Sebelumnya, rencana pembangunan gedung baru DPR itu terungkap dalam pidato penutupan masa sidang ketua DPR Setya Novanto. DPR sudah membentuk tim untuk merancang pembangunan gedung yang diperuntukkan salah satunya untuk ruang kerja anggota.
"Dalam rangka penguatan kelembagaan, DPR membentuk Tim kerja Pembangunan Perpustakaan, Museum, Research Center, dan Ruang Kerja Anggota dan Tenaga Ahli DPR RI yang sekaligus akan menjadi ikon nasional," kata Ketua DPR Setya Novanto di Gedung DPR Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (24/4) lalu.
Rencana pembangunan gedung baru ini sudah ada di usulan anggaran tahun 2016. Novanto menerangkan, rencana itu sudah mendapat persetujuan Presiden Jokowi dan akan dilakukan peletakan batu pertama Agustus mendatang.
"Pembangunan ikon nasional ini telah mendapatkan persetujuan Presiden," imbuh politikus Golkar ini.
(iqb/erd)











































