"Kalau untuk itu (lapor ke polisi) tidak lah. Kalau untuk membuat jera dengan denda atau seperti itu kita belum bisa. Karena sulit," ujar Arief saat dihubungi detikcom, Senin (27/4/2015).
Namun Arief memiliki cara lain, pihaknya berencana untuk bekerjasama dengan perkantoran yang ada di Jalan Asia Afrika untuk ikut membantu menjaga fasilitas publik di area tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pihaknya juga akan memasang plang imbauan di aset-aset milik publik yang ada di Jalan Asia Afrika.
"Nanti kita coba pasang plang imbauan kepada masyarakat agar menjaga fasilitas publik. Misalnya tidak naik pot, duduk di kursi hanya untuk 3 orang, tidak berdiri di kursi, ya semacam itulah," tandasnya.
Ribuan orang tumpah di Jl Asia Afrika usai peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA), Jumat (24/4) malam. Dua hari berikutnya, kawasan yang sama jadi lokasi parade dan karnaval. Bunga dan hiasan bendera raib usai acara. 1-2 Kursi juga patah dan sampah-sampah berserakan.
Anda memiliki informasi dan cerita mengenai perusakan aset Kota Bandung, memiliki foto pelaku, atau hal lain terkait 'aset' eks KAA, silakan berbagi di email redaksi@detik.com. Jangan lupa sertakan nomor kontak, agar bisa dihubungi.
(avi/try)











































