Empat pendaki pegunungan Himalaya dari Mapadoks Unisulla Semarang selamat dari gempa dahsyat Nepal hari Sabtu (25/4) lalu. Mereka rencananya akan menancapkan bendera Indonesia dan Mapadoks di puncak Everest yang longsor akibat gempa.
Para pendaki itu adalah dr Ahmad Novel, dr Eko Prasetyo, dr Meinardi, dan dr Prabudi, Sp. B. Selain itu ada juga satu wanita yang ikut mendaki dari Wanadri Bandung, Cecilia Vita.
Terkait kondisi mereka, dr Nauval Marta Kusuma dari Mapadoks mengatakan sempat ada komunikasi melalui grup aplikasi WhatsApp di hari yang sama setelah kejadian. Foto dan video juga sempat dikirim yang mengabarkan mereka baik-baik saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar langsung dari keempatnya diterima hari Sabtu (25/4) sekitar pukul 22.00 WIB, setelah itu komunikasi tidak bisa dilakukan. Namun pagi tadi sekitar pukul 08.30, alumni Unisulla yang bertugas di sana, dr Gunadi mengabarkan kondisi kelimanya sehat.
"Posisi terakhir di Loboche, setelah itu tidak bisa komunikasi," tandas Nauval.
Pihak Mapadoks sempat mencari nama-nama para pendaki itu dalam list WNI yang dirilis oleh Kemenlu dan ternyata tidak terdaftar.
"Malam setelah gempa kami kontak ke Kemenlu hotline-nya belum bisa. Alhamdulillah ada kabar selamat. Ya kami harap keluarga tahu karena data di Kemenlu belum ada," ujarnya.
Empat dokter tersebut sempat mengirimkan video ucapan selamat ulang tahun Mapadoks melalui Whatsapp, saat itu mereka berada di Gongjung ketinggian 3.800 meter dari permukaan laut (mdpl). Setelah itu di Tengboche ketinggian 4.500 mdpl, video terakhir di Loboche ketinggian 4.850 mdpl. Video-video tersebut diupload oleh pengurus Mapadoks ke Youtube.
"Video terakhir diambil pascagempa tapi para senior belum mengetahui itu gempa besar," imbuh senior Mapadoks lainnya, Adek Trisna.
(alg/rul)











































