Tessi Ananditya (28) dipastikan selamat saat gempa 7,9 SR mengguncang Nepal. WNI tersebut bersama rekannya, Sapta Hudaya (28), sedang trekking di Gunung Annapurna sewaktu bumi Nepal bergetar dahsyat pada Sabtu (25/4). Tessi terpaksa berjalan kaki puluhan kilometer demi mendapatkan sinyal telepon guna mengontak keluarganya di Indonesia yang sempat diselimuti kecemasan.
"Tessi, adik saya, sudah menelepon ibu di Jakarta. Dia mengabarkan kondisinya baik-baik. Begitu pun Sapta, rekan Tessi," kata Eri Ruliansyah (41), kakak kandung Tessi, saat dihubungi detikcom via telepon, Senin (27/4/2015).
Menurut Eri yang berdomisili di Kota Bandung, adiknya tersebut sejak 7 April lalu berada di Nepal bersama Sapta. Rencananya Tessi mengabiskan waktu di Nepal selama dua bulan. Pecinta fotografi tersebut sempat tidak bisa dihubungi pihak keluarga pascabencana gempa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tessi mengabarkan langsung dari Nepal kalau dirinya dalam kondisi sehat. Waktu menelepon, Tessi bilang posisinya ada di Muktinath. Kami keluarga sangat bersyukur karena Tessi masih diberikan keselamatan," tutur Eri.
Menurut Eri, Tessi dan Sapta harus bersusah payah untuk menuju zona aman dan mencari sinyal telepon. Keduanya, sambung Eri, berjalan dari Annapurna ke Muktinath.
"Jadi waktu terasa gempa, Tessi ada di basecamp. Lalu dia turun untuk menuju salah satu kota kecil di Nepal. Tessi berjalan kaki selama 12 jam dari Annapurna ke Muktinath. Tessi langsung menelepon ibu yang tinggal di Jakarta," ujar Eri.
Eri terus memantau pergerakan Tessi di Nepal via layanan Whatsaap. Belum bisa dipastikan kapan Tessi kembali ke Indonesia. Pihak keluarga, kata Eri, sudah menyampaikan kabar baik ini kepada pihak Kementerian Luar Negeri.
"Menurut Sapta, rekan Tessi yang juga berada di Nepal, Tessi sempat menolong warga korban gempa. Adik saya ini kan dokter," ucap Eri.
(bbn/mad)










































