"Bagi saya gedung baru sepanjang standarnya bangunan pemerintah yang ditetapkan Bappenas tidak ada fasilitas aneh-aneh, dan peruntukkannya tidak semata-mata kenyamanan anggota dewan tapi terbuka untuk publik, termasuk kalau DPR ada library saya setuju, seperti kongres library," ucap anggota komisi III Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/4/2015).
Arsul mengatakan, gedung baru untuk ruangan anggota DPR memang dibutuhkan, melihat kondisi ruangan yang tak memadai di mana bergabung dengan ruang tenaga ahli dan sekretaris pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSoal design dan anggaran bagi gedung baru itu, Arsul menegaskan tidak perlu berlebihan dengan fasilitas wah. "Sekarang coba lihat gedung BPK, lihat saja itu. Yang penting jangan aneh-aneh ada fasilitas pijat, fitnes. Kalau kantin oke lah," ucapnya.
"Boleh-boleh saja dikaitkan (dengan kinerja dewan), tapi kalau sekarang aggota DPR kan jadi punya alasan. 'Saya nggak bisa kerja tenang karena fasilitas terbatas'. Tapi kalau sudah punya fasilitas, ya kita lihat nanti," imbuh Arsul.
(iqb/erd)











































