Sayang Setya Novanto tak menyebut besarannya. Sementara Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Dimyati Natakusumah juga mengaku tak hafal dengan besarnya anggaran gedung baru tersebut.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan itu hanya ingat bahwa anggaran gedung baru DPR masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 yang sudah disahkan dan APBN 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dimyati tak hanya rencana membangun gedung baru, DPR juga membuat anggaran untuk renovasi. "Renovasi juga masuk, ada untuk renovasi. Nanti dibenerin untuk 2015," kata dia.
Soal rencana pembangunan gedung baru DPR sebenarnya sempat muncul pada Agustus 2010 lalu. Saat itu DPR mengajukan anggaran sebesar Rp 1,138 triliun untuk membangun gedung baru.
Gedung baru tersebut akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas mewah seperti; kolam renang, pusat kebugaran dan spa, restoran serta pijat refleksi.
Gedung yang akan dibangun terdiri dari 36 lantai. Nah kolam renang, restoran, pusat kebugaran berupa fitness center dan spa dibangun di bagian paling atas gedung. Masyarakat ramai-ramai menolak pembangunan gedung baru tersebut.
Mendapat gelombang reaksi penolakan yang begitu kencang DPR pun 'kendur'. DPR meminta Kementerian Pekerjaan Umum mengkaji dan menghitung ulang rencana pembangunan gedung baru tersebut.
Hasilnya; anggaran pembangunan diturunkan dari semula Rp 1,138 triliun menjadi sekitar Rp 800 miliar. Tinggi gedung juga dikurangi dari sebelumnya 36 lantai menjadi 29 lantai. Fasilitas mewah yang semua direncanakan ada juga dihilangkan. Hanya tersisa kantin dan perpustakaan.
Namun rencana pembangunan gedung dengan anggaran Rp 800 miliar itu tak terwujud hingga sekarang. Sampai kemudian muncul rencana serupa dari DPR periode 2014-2019.
(erd/try)











































