DPR Terlalu Banyak Reses, Ini Siasat Baleg Kejar Pembahasan RUU

DPR Terlalu Banyak Reses, Ini Siasat Baleg Kejar Pembahasan RUU

- detikNews
Senin, 27 Apr 2015 11:04 WIB
DPR Terlalu Banyak Reses, Ini Siasat Baleg Kejar Pembahasan RUU
Jakarta - DPR periode 2014-2019 memperbanyak masa reses hingga 5 kali dengan dalih lebih memperhatikan konstituen. Namun hal ini berakibat waktu pembahasan Rancangan/Revisi Undang-undang (RUU) lebih sedikit dan terancam molor.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Firman Subagyo, mengakuiβ€Ž banyaknya masa reses DPR membuat pembahasan hingga pengesahan RUU yang sudah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) terhambat.

β€Ž"Jadi Prolegnas di Baleg sudah dikondisikan sangat rasional, mungkin tidak tercapai kalau kita tidak perbaiki bagaimana time budgetingnya. Terlebih Indonesia mengadakan KAA yang tak kalah penting, sehingga mau tidak mau menghambat pembahasan RUUβ€Ž," ucap Firman di gedung DPR, Jakarta, Senin (27/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada periode lalu, masa reses ataβ€Žu libur DPR yang diperuntukkan kunjungan ke daerah pemilihan hanya 4 kali dalam setahun, namun periode ini menambah menjadi 5 kali setahun. Untuk saat ini, sudah memasuki reses keempat sejak dilantik Oktober 2014 lalu.

β€Ž"Dengan adanya masa reses yang cukup banyak (5 kali) maka pembahasan RUU diperpanjang dari 2 kali masa sidang menjadi 3 kali masa sidang. Maka ini harus jadi perhatian DPR, karena untuk mencapai terget itu harus mengalokasikan waktu khusus membahsas RUU menjadi UU seperti DPR periode lalu," paparnya.

β€ŽNah, lantaran masa sidang yang lebih sedikit itu Baleg harus membuat strategi agar target pengesahan UU dalam satu periode DPR bisa tercapai. Mulai dari percepat persiapan draf RUU hingga masa reses yang harus efektif digunakan anggota DPR.

β€Ž"Di sisi lain, mengimbau pemerintah, komisi-komisi yang telah berkomitmen mengajukan RUU untuk segera penuhi naskah akademis dan draf untuk lakukan harmonisasi dengan Baleg sehingga bisa dibawa ke paripurna," ujarnya.

β€Ž"Ini kerja simultan yang penting antar alat kelengkapan dewan supaya capaian masalah pembahasan RUU ini bisa tercapai," imbuh politisi Golkar itu.

Lebih jauh, Firman menyatakan akan menyampaikan masalah masa reses yang banyak ini kaitannya dengan prolegnas agar tetap tercapai, dalam rapat Badan Musyawarah DPR.

"Saya rasa tidak perlu ada regulasi khusus, hanya menjadi kesepakatan dalam rapat Bamus. Fraksi Golkar akan usukan itu agar mencapai kinerja yang maksimal oleh DPR RI," ucap Firman.β€Ž


(iqb/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads