Kejaksaan Agung (Kejagung) yang merupakan eksekutor pelaksanaan hukuman mati menegaskan bahwa proses penegakan hukuman mati adalah amanat Undang-undang.
"Penegakan Undang-undang secara konsisten merupakan salah satu upaya menjaga kedaulatan hukum kita. Pemerintah dan masyarakat internasional harus menghormati kedaulatan hukum kita sebagaimana kita juga menghormati kedaulatan hukum mereka," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Tony T Spontana ketika berbincang, Senin (27/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kecaman ataupun tekanan dari pemerintah dan masyarakat internasional yang tidak terima warganya dieksekusi tidak akan menggoyahkan rencana kita untuk melakukan eksekusi mati," tutur Tony.
Pelaksanaan eksekusi mati yang belum ditentukan waktunya ini juga bukan merupakan perang terhadap negara-negara lain. Eksekusi mati dilangsungkan sebagai perang melawan kejahatan narkotika.
"Yang kita 'perangi' bukanlah negara tertentu melainkan perang melawan kejahatan narkotika yang dilakukan oleh terpidana. Justru kita mengimbay agar negara-negara dan masyarakat internasional ikut memeranginya. Kalau tidak mulai sekarang kita bertindak tegas dan keras terhadap kejahatan narkotika, maka kita akan menyesal demi melihat kehancuran peradaban manusia karena narkotika," kata Tony.
Sebelumnya, pihak kejaksaan memastikan 9 terpidana mati akan segera dieksekusi. Kesembilan terpidana mati tersebut telah masuk ke ruang isolasi sejak Jumat malam lalu.
Sebenarnya rencana pelaksanaan eksekusi mati melibatkan 10 terpidana mati. Namun di detik-detik akhir, warga negara Prancis, Sergei Arezki Atloui mengajukan gugatan grasi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang akhirnya lolos dari eksekusi mati tahap selanjutnya.
Meski telah mengkonfirmasi 9 terpidana mati lainnya tetap akan dieksekusi, Tony belum memastikan kapan waktu pelaksanaan eksekusi mati tersebut. Padahal pihak keluarga dan pengacara telah menyebut bahwa eksekusi mati dilakukan pada Selasa (28/4) malam.
Berikut 9 terpidana mati yang akan dieksekusi dalam waktu dekat:
1. WN Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso
2. WN Australia, Myuran Sukumaran
3. WN Australia, Andrew Chan
4. WN Ghana, Martin Anderson
5. WN Nigeria, Raheem Agbaje
6. WN Indonesia, Zainal Abidin
7. WN Brazil, Rodrigo Gularte
8. WN Nigeria, Sylvester Obiekwe Nwolise
9. WN Nigeria, Okwudili Oyatanze.
(dha/ndr)










































