Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar menjelaskan potensi ekonomi kreatif bisa dimanfaatkan oleh kelompok perempuan untuk meningkatkan daya saing produk desa.
"Perempuan mempunyai peranan besar dalam meningkatkan produktifitas ekonomi kreatif desa," ujar Menteri Marwan saat menghadiri acara Harlah ke-65 Fatayat NU, di Cirebon, Jawa Barat, seperti dikutip dari rilis yang diterima detikcom, Minggu (26/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkumpulan ibu-ibu Fatayat yang sudah berjalan rutin, bisa dimanfaatkan untuk mensosialisasikan berbagai aturan dan mengambil peran dalam pembangunan desa," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Marwan juga melakukan penandatanganan MoU dengan Fatayat NU untuk mengukuhkan peran perempuan dalam pembangunan desa. Kementerian Desa ingin melakukan sinergi dengan kelompok perempuan dalam hal pembangunan dan pemberdayaan perempuan masyarakat desa, pembangunan kawasan ekonomi perempuan pedesaan, pemberdayaan perempuan didaerah transmigrasi dan daerah tertinggal.
"Dan pembangembangan pendidikan dan kesehatan perempuan di desa, transmigrasi, daerah tertentu, dan daerah tertinggal," imbuhnya.
Dengan menguatkan potensi ekonomi kreatif desa, menurut Marwan, kelompok perempuan tak lagi hanya menjadi objek pembangunan desa. Akan tetapi juga sebagai subjek.
"Oleh karena itu, perempuan harus ikut dalam proses musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbang Desa), agar bener-bener bisa mengapresiasi suara perempuan," tandasnya.
Keterwakilan perempuan, menurut Marwan, sudah masuk dalam sistem Musrenbang Desa. "Kita memberikan kesempatan yang lebih besar kepada perempuan. Female base activity, tidak hanya kesetaraan tapi lebih dari itu, ada peran perempuan. Jadi kedepan hasil musrenbang desa tidak hanya lagi pembangunan fisik, tapi juga meningkatkan kualitas perempuan," tutupnya.
(mpr/jor)











































