Peletakan batu pertama akan dilakukan pada 16 Agustus 2015 mendatang usai Presiden Jokowi menyampaikan pidato nota keuangan. Setelah gedung selesai, maka DPR akan memiliki perpustakaan, research center, dan museum.
"Dalam rangka penguatan kelembagaan, DPR membentuk Tim kerja Pembangunan Perpustakaan, Museum, Research Center, dan Ruang Kerja Anggota dan Tenaga Ahli DPR RI yang sekaligus akan menjadi ikon nasional," kata Novanto di Gedung DPR Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi pun menyarankan kepada juru warta agar setiap kegiatan ditanyakan ke pejabat terkait. "Kalau kegiatan menteri tanya ke menteri, kalau dewan tanyakan ke ketua dewan. Saya ndak hapal," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Usulan pembangunan gedung baru DPR sebenarnya bukan hal baru. Pada Agustus 2010 lalu anggota DPR juga mengajukan pembangunan gedung baru dengan anggaran Rp 1,138 triliun. Bahkan dalam usulan kala itu, gedung Dewan akan dilengkapi sejumlah fasilitas mewah. Seperti kolam renang, pusat kebugaran dan spa, serta pijat refleksi.
Namun usulan tersebut kandas karena mendapat penolakan dari masyarakat. Pemerintah sempat menurunkan anggaran pembangunan dari Rp 1,138 triliun menjadi Rp 800 miliar. Selain itu, tinggi gedung juga dikurangi dari sebelumnya 36 lantai menjadi 29 lantai.
Sejumlah fasilitas yang dianggap terlalu mewah, yakni kolam renang, pijat refleksi, serta pusat kebugaran dan spa dihilangkan. Namun tetap saja rencana tersebut mendapat penolakan dari masyarakat, dan pembangunan gedung baru DPR pun tak pernah terwujud.
Hingga pada Jumat kemarin, Ketua DPR Setya Novanto mengumumkan bahwa rencana pembangunan gedung baru sudah mendapat restu dari Presiden Jokowi.
(erd/try)











































