Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kemenkes, Mohamad Subuh mengatakan salah satu daerah yang masih rendah dalam imunisasi adalah wilayah pegunungan di Papua.
"Bervariasi tergantung kabupaten, kota. Yang paling rendah itu daerah pegunungan Papua. Berdasarkan data terakhir itu di bawah 60 persen," kata Subuh di sela-sela acara Pekan Imunisasi Dunia di Monas, Jakarta, Minggu (26/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama distribusi vaksin di daerah pegunungan. Kemudian, tidak ada kemauan dari masyarakat. Terus pandangan negatif terhadap vaksin," sebutnya.
Untuk mengatasi persoalan ini, dia menekankan sudah melakukan program akselerasi imunisasi nasional. Dalam program ini, Kemenkes serta stakeholder terkait seperti Puskesmas dan rumah sakit akan mempersiapkan pelayanan terhadap publik.
"Semua sudah kita gerakan termasuk akselerasi imunisasi nasional. Kita lakukan intensitas secara terus menerus, kita kerahkan resources yang ada. Dan tentunya, kesehatan anak, imunisasi sama-sama yang paling positif, dan cost efektif dalam penyakit menular," katanya.
Lanjutnya, saat ini di Indonesia soal di IDL sudah mencapai 86,8 persen. Kemudian, pada 2019 ditargetkan 93 persen pada tahun 2019. Soal Universal Child Immunization (UCI) desa, di Indonesia saat ini sudah mencapai 82,9 persen perlu ditingkatkan hingga mencapai 92 persen pada 2019.
βDi tingkat nasional ini bagaimana intinya menghilangkan gap (jarak), daerah yang tidak mendapat imunisasi," tuturnya.
(hat/mpr)











































