Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (23/4) siang di Terminal 1 A Bandara Soekarno Hatta. Anggota TNI AL yang dimaksud merupakan anggota Perwira Pembantu Madya Staf Anggaran dan Perencanaan Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar) dengan inisial Letkol GW.
"Iya betul ada kejadian itu. Ya dia yang terlibat," ujar Kadispenal Laksma Manahan Simorangkir saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (25/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ternyata diawali karena ketidakberesan pelayanan Lion dan yang bersangkutan kesal kemudian sambil guyon (bercanda) cuma ditanggapi serius sama pramugari. Waktu ditanyakan kok isinya berat apa, dia jawan asal 'bom'. Tapi saya rasa sangat berlebihan ya dalam penanganannya," kata Manahan.
"Ketidakberesannya seperti saat yang bersangkutan bertanya tapi malah di-pingpong. Terus nomor seat dobel dan beberapa hal lainnya," sambungnya.
Manahan pun menyesalkan mengapa pihak Lion menyikapi secara berlebihan. Padahal ada cara lebih baik yang bisa dilakukan untuk menghindari keributan. Letkol GW bahkan diusir dari pesawat saat kejadian.
"Kan tas sudah melalui X-Ray, lagipula kalau memang curiga kenapa sampai semua tas penumpang diperiksa sehingga jadi menimbulkan kehebohan. Harusnya kan cukup tas dia saja. Sampai Kapten pesawatnya ikutan turun, itu kan seharusnya manajernya yang mengurus. Lagipula mana mungkin sih kita bawa bom woro-woro," tutur Laksamana Bintang 1 itu.
Meski demikian, menurut Manahan tak ada masalah antara TNI AL dengan Lion Air maupun pihak Bandara. Perwira yang dimaksud juga diperiksa untuk mengetahui seperti apa kejadian sebenarnya.
"Sudah tak ada masalah. Secara internal dia diperiksa, ditanya-tanyai tentang kejadiannya. Tapi ini tidak merupakan isu besar bagi kami," tutur Manahan.
Hingga berita ini diturunkan, detikcom sudah mencoba mengkonfirmasi pihak Lion dan Angkasa Pura II namun belum ada respons.
(ear/ndr)










































