"Kita lagi cek. Kita nggak punya KBRI di Nepal meski punya hubungan diplomatik. Kita sudah minta KBRI New Delhi untuk mengecek ke pihak otoritas Nepal," ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemlu, Lalu M Iqbal, saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/4/2015).
"Kita belum dapat konfirmasinya mudah-mudahan nggak ada karena di Nepal sedikit orang Indonesianya," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah korban jiwa ini dipastikan masih akan bertambah. Terlebih lagi, tayangan stasiun televisi Nepal, Kantipur TV memperlihatkan setidaknya ada 21 jasad korban gempa yang diletakkan berderet.
Belum ada keterangan resmi dari otoritas Nepal mengenai jumlah korban jiwa akibat gempa dahsyat yang terjadi pada sekitar pukul 11.41 waktu setempat itu.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS sebelumnya menyatakan bahwa gempa ini berkekuatan 7,7 SR. Namun USGS kemudian merevisi dan menyebut gempa ini berkekuatan 7,9 SR. Gempa terjadi pada sekitar 80 kilometer sebelah timur kota Pokhara, Nepal.
(aws/aan)











































