"Sekarang Kemensos sudah berkoordinasi dengan Kemendagri, mereka (tuna wisma) boleh menggunakan finger print kalau ada finger printnya mereka bisa mendapatkan NIK," kata Khofifah usai Rakornas pengamanan gelandangan, pengemis dan eks wanita tuna susila di Hotel Best Western Kemayoran, Jakpus, Jumat (24/4/2015).
Program perlindungan sosial melalui kartu 'sakti' diakui Khofifah belum menyentuh tuna wisma dan para pengemis karena tidak tercatat dalam Nomor Induk Kependudukan (NIK).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Andai mereka sudah punya finger print, mereka punya NIK, anak-anaknya mendapat KIP, saya rasa ini akan menjadi pintu masuk anak-anaknya disekolahkan. Ini lah pentingnya koordinasi pemerintah dalam hal ini Kemensos dengan Dinsos Provinsi dan Kabupaten Kota," jelas Khofifah.
(tfn/fdn)










































