Pihak SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun, Jaktim, mengaku sakit hati dengan pencatutan nama sekolahnya dalam undangan pesta bikini pasca UN. Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 11, Slamet Sutopo bahkan menyebut pesta tersebut adalah perbuatan maksiat besar yang tak boleh diikuti siswa.
"Jangan ada yang terlibat dalam kegiatan tidak Islami ini karena ini kegiatan setan," kata Slamet di KPAI, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2015).
Slamet yang geram atas tindakan pencatutan nama sekolahnya ini berniat melaporkan penyelenggara ke pihak berwajib. Rencana pelaporan akan dilakukan langsung oleh SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun atau secara kolektif bersama sekolah-sekolah lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun EO Devine Production telah meminta maaf dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (23/4) kemarin, Slamet tetap meminta agar permintaan maaf disampaikan secara langsung.
Sebab menurutnya langkah EO itu tak hanya mencemarkan nama baik SMA Muhammadiyah 11 namun juga organisasi Muhammadiyah.
"Karena kami tidak pernah terlibat ataupun mendukung acara tersebut," ujarnya.
(kff/fdn)











































