Ali Sastroamidjojo pernah menjabat sebagai duta besar Indonesia di Amerika Serikat dalam kurun waktu tahun 1950-an. Kala itu, dia pernah diwawancarai oleh dua orang panelis di sebuah acara televisi. Bagaimana suasananya?
Akun 'Film Archives' memposting wawancara berdurasi 11 menit itu di situs jejaring sosial YouTube. Video bergambar hitam putih itu adalah sebuah acara dialog bertema politik yang bernama Longines Chronoscope pada tahun 1952.
Panelis yang menanyai Ali adalah Elliot Haynes dan William Bradford. Awalnya, mereka bertanya soal Indonesia, mulai dari jumlah pulau, jumlah penduduk, agama, kekayaan negara, sampai tanggal kemerdekaan. Ali pun menjawab dengan lugas dalam bahasa Inggris yang lancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami penasaran siapa teman kami dan siapa bukan. Apakah negara Anda berteman dengan negara kami?" tanya Elliot.
"Ya, kami punya hubungan yang baik dengan pemerintah Anda," jawab Ali.
"Di mana posisi Anda, apakah Anda dengan barat atau dengan Uni Soviet di timur?" tanya Elliot lagi
"Kami tidak membatasi diri kami dengan salah satu pihak yang berkonfrontasi," jawab Ali.
"Kami menyatakan diri kami sebagai independen. Bukan kebijakan netral. Independen tapi aktif," jawabnya lagi.
Sepanjang wawancara, Ali terus dicecar soal sikap Indonesia dengan AS. Sepanjang itu pula, dia menegaskan bahwa hubungan Indonesia dengan AS dalam kondisi baik dan siap bekerjasama.
Berikut wawancara lengkapnya:
(mad/nwk)











































