"Mereka diberi semacam pelatihan dulu sebelum diikutkan ke lapangan oleh kaptennya Si Zakaria ini," ungkap Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/4/2015).
Handik meengatakan, kedua tersangka diberi imbalan atas keikutsertaannya dalam melakukan aksi begal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua tersangka yang masih di bawah umur yakni AN (17), siswa kelas 1 SMA di Jabung, Lampung Timur dan FR (16), siswa kelas 3 SMP di Jabung, Lampung Timur. Keduanya merupakan anggota rekrutan baru.
"Kami baru dua mingguan," ujar tersangka AN.
Menurut AN, sebelum dia dan FR turun ke lapangan, keduanya mendapatkan pelatihan dari โZakaria dalam hal kecekatan mencongkel kunci motor.
"Latihan dulu di Kemayoran, latihannya cuma 4 hari saja. Langsung bisa," kata AN.
AN mengatakan, tidak butuh waktu lama untuk mengambil motor. Dia pun 'dinobatkan' sebagai 'pemetik' oleh tersangka Zakaria.
"Nggak susah kok itu, kan pakai kunci letter T, nggak sampai semenit," ujar dia.
(mei/jor)











































