Pembunuhan Istri Direktur BIN, Bermotif Sakit Hati?
Senin, 14 Feb 2005 12:06 WIB
Bekasi - Polres Metro (Polrestro) Bekasi masih terus berupaya mengusut motif pembunuhan terhadap istri Direktur Operasional Badan Intelijen Negara (BIN) Abdurrahman Pelu, Ny Barkah Hani. Apakah pembunuhan itu bermotifkan sakit hati? Sejumlah dugaan motif pembunuhan sadis ini muncul. Bahkan, ada yang mengaitkan kasus pembunuhan ini terkait kasus uang palsu yang melibatkan personel BIN dan kini ditangani Mabes Polri. Namun, dugaan kuat, kemungkinan karena bermotif sakit hati. Kasatreskrim Polrestor Bekasi AKBP Yudi Sinlaeloe saat ditemui detikcom di kantornya, Senin (14/2/2005) menyatakan, berdasarkan sejumlah saksi yang sudah diperiksa dan penyelidikan TKP, ada kemungkinan pembunuhan ini dilakukan atas motif sakit hati. "Ada kemungkinan kasus itu hanya perasaan sakit hati. Karena menurut informasi yang diperoleh, Ny Barkah sering menagih para pelanggannya secara kasar," kata Yudi. Ny Barkah memang memiliki usaha mebel. Dan informasi yang didapatkan, Ny Barkah menjual barang dagangannya itu dengan cara mengkreditkan kepada para pelanggannya. Menurut Yudi, polisi menduga bahwa Ny Barkah Hani mengenali para pelaku pembunuhan ini. "Ini didasarkan pada ikut terbunuhnya juga sopir Ny Barkah. Karena itu, aparat kepolisian berkesimpulan bahwa korban mengenali pelaku," kata dia. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, pada Sabtu (12/2/2005) malam, Ny Barkah diketahui akan mengunjungi rumah Ny Siti, untuk menagih. Namun, Yudi tidak menjelaskan alamat Ny Siti. "Karena saat itu sudah larut malam, saat akan mengunjungi rumah Ibu Siti itu, kedua anaknya yang bernama Sarah (6 tahun) dan Jehan (2 tahun) dititipkan di rumah sahabatnya," jelas Yudi.Yudi menjelaskan, selama ini Ny Barkah memang biasa melakukan penagihan hingga larut malam.Sangat kecil kemungkinan pembunuhan ini bermotifkan perampokan. Pasalnya, tidak ada barang yang dibawa korban yang hilang.
(asy/)











































