Seperti yang terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat. Maret lalu Abdul Rahman, kehilangan uang di rekeningnya di sebuah Bank BUMN. Saat dia berbelanja dengan kartu debet ternyata tak bisa dipakai. Rahman pun mengecek rekeningnya di bank. Alangkah kagetnya uang Rp 50 juta hanya tinggal Rp 125 ribu.
Saat mengkonfirmasi ke bank itu ternyata uang sudah ditransfer dengan melalui SMS banking. Padahal dia tidak pernah memiliki SMS banking. Rahman pun melapor ke polisi. Pihak kepolisian kemudian bekerjasama dengan pihak bank dan mengungkap sejumlah tersangka. Ada 3 tersangka yang terlibat yakni Juanda dan Sakarya yang sudah ditahan, serta tersangka lainnya Rahman yang buron.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tersangka sudah mencuri data nasabah," kata Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto, Jumat (24/4/2015).
Para tersangka dibekuk pekan lalu di Palembang. Mereka diketahui sudah mentrasfer uang korban ke sejumlah rekening. Lalu dari mana pelaku bisa mendapat data rekening korban hingga bisa membuat SMS banking?
Informasi yang dikumpulkan, pelaku diduga terkait dengan jaringan skimming kartu. Kemudian, pelaku membuat kartu duplikat yang kemudian dengan kartu duplikat itu digunakan untuk aktivasi SMS bankingnya.
(ndr/mad)










































