"Saya lagi libur, kan kelas 3 SMA lagi UN. Saya pamit sama orangtua untuk liburan," kata AN (17) kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/4/2015).
AN adalah pelajar kelas 1 di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di kawasan Jabung, Lampung Timur. Sementara temannya, FR (16) adalah pelajar kelas 3 di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Jabung, Lampung Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang saya mau menemui kakak saya di Jakarta," ucap FR sambil tertunduk lesu.
Keduanya mengaku dipaksa oleh tersangka Zakaria, pimpinan begal asal Lampung yang tewas dalam baku tembak di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tamansari, Jakarta Barat, dini hari tadi.
"Kami dipaksa," ucap FR.
Keduanya diiming-imingi mendapatkan uang yang banyak jika ikut merampok bersama Zakaria.
"Kami dikasih Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu sekali ikut," timpal AN.
Sementara itu, Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jjaya AKBP Didik Sugiarto mengatakan, tersangka merekrut pelajar karena anggotanya semakin beerkurang.
"Sebagian anggotanya mungkin sudah ada yang tertangkap, sehingga dia merekrut anggota baru, anak-anak di bawah umur," ungkap Didik.
(mei/jor)










































