Istri Direktur BIN Dibunuh, Pelaku Masih Misterius
Senin, 14 Feb 2005 11:45 WIB
Bekasi - Kasus pembunuhan makin marajelala. Istri Direktur Operasi BIN (Badan Intelijen Negara) Abdurrahman Pelu, Ny Barkah Hani, jadi korban. Sampai kini, polisi masih belum mengetahui siapa pembunuhnya. Pembunuhan terhadap Ny Barkah Hani terjadi pada Sabtu (12/2/2005) malam. Barkah Hani dibunuh secara sadis. Dia tidak menjadi korban sendirian. Sopirnya, Rahmat bin Rohat, juga ditemukan tewas bersamanya. Di sekujur tubuh kedua mayat itu, jelas terlihat sejumlah tusukan benda tajam dan bekas pukulan benda tumpul. Kedua mayat korban pembunuhan itu ditemukan oleh tukang ojek, Achyar, pada Minggu (13/1/2005) dinihari. Kedua mayat ditemukan di dalam sebuah mobil L-300 B 9272 AZ yang berada di Jl. Raya Setu, Kota Bekasi, di dekat jalan tol Ciakung-Cilincing Km 11,4. Saat ditemukan, kedua mayat itu berada di dalam mobil dalam keadaan terbalik. Kaki kedua mayat itu berada di atas, sedangkan kepalanya berada di bawah dashboard. Kaca mobil juga dalam keadaan pecah. Tidak ditemukan banyak darah di dalam mobil itu. Karena itu, polisi menduga pembunuhan terhadap Ny Barkah dan sopirnya itu dilakukan di tempat lain. Ny Barkah Hani sehari-harinya tinggal di Perumahan Duta Indah Blok G-4 RT 09/15, Jatiasih, Bekasi. Di rumah ini, Ny Barkah hanya mengontrak dan tinggal bersama dua anaknya. Suaminya, Pellu, menurut penuturan tetangga, hanya seminggu sekali datang ke rumah tersebut. Selain dikenal sebagai istri dari pejabat intelijen, Ny Barkah juga dikenal sebagai pengusaha mebel. Kasatreskrim Polres Metro Bekasi AKBP Yudi Sinlaeloe saat ditemui detikcom di kantornya, Senin (14/2/2005) menyatakan, masih terus menyelidiki kasus ini. "Kita sudah memeriksa 7 orang saksi," kata dia. Namun, Yudi tidak mau membeberkan nama tujuh saksi itu, karena masih dalam perlindungan. Namun, kabarnya dari ketujuh saksi itu, salah satunya adalah Abdurrahman Pellu. "Setelah memeriksa tujuh saksi ini, kita akan memeriksa keluarga korban, teman-teman korban, dan juga pelanggan mebelnya," jelasnya. Sampai saat ini, kata Yudi, polisi masih belum mencurigai siapa pun sebagai pelakunya. "Kita belum mengarah kepada orang-orang yang dicurigai sebagai pelaku dan kita masih melakukan penyidikan lebih lanjut," jelasnya. Ny Hani Barkah telah dimakamkan pada Minggu (13/2/2005) kemarin di pemakaman di sekitar Kampung Melayu. Sementara jenazah Rahmat bin Rohat akan dimakamkan di Cirebon. Kedua mayat korban sebelumnya juga diotopsi di RSCM.
(asy/)











































