Cerita Tentang Ali Sastroamidjojo dan Rumah Hantu di Washington DC

Cerita Tentang Ali Sastroamidjojo dan Rumah Hantu di Washington DC

Rachmadin Ismail - detikNews
Jumat, 24 Apr 2015 15:24 WIB
Cerita Tentang Ali Sastroamidjojo dan Rumah Hantu di Washington DC
Embassyofindonesia.org
Jakarta -

Ali Sastroamidjojo sebelum menjabat sebagai perdana menteri, diangkat sebagai Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat. Di sana, ketua penyelenggaraan KAA 1955 itu menempati sebuah mansion klasik yang dikenal berhantu. Benarkah?

Kisah ini disampaikan oleh tokoh pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Harry Tjan Silalahi, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (24/4/2015). Harry mengenang Ali sebagai tokoh yang memiliki kemampuan diplomasi handal, sehingga setelah Indonesia mendapatkan kemerdekaan, dia diangkat sebagai dubes di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.

KBRI menempati bangunan yang terletak di 2020 Massachusetts Avenue, Washington D.C. Properti megah nan klasik itu dulunya adalah rumah pribadi milik seorang pengusaha kaya bernama Thomas F. Walsh. Konon, di rumah itu pernah ada yang bunuh diri sehingga digosipkan berhantu. Ada juga sebuah kisah misterius tentang berlian pembawa sial di rumah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, rupanya gosip itu sudah menyebar luas sehingga para turis yang melintasi kawasan tersebut kadang diajak berhenti oleh para pemandu, untuk melihat bangunan. Suatu hari, mereka mengaku melihat sesosok penampakan yang diduga hantu, dan tak lain ternyata Pak Ali.

"Waktu Pak Ali jadi duta besar, kadang-kadang dia berdiri di dekat jendela. Nah, turis yang lihat itu menyangkanya hantu. Pak Ali juga tahu itu, dan dia malah bilang: kita ini populer, setiap kali turis datang, guide-nya ngajak lihat gedung kita. Padahal mereka ingin lihat Pak Ali," cerita Harry.

"Tapi ini guyon kita ya," sambungnya.

The Jakarta Post pernah menulis soal bangunan tersebut. Tak lupa cerita soal hantu di kantor kedutaan pun disebut. Versi mereka, penampakan hantu yang sering terlihat di KBRI adalah istri dari Thomas Walsh, Evalyn. Banyak pihak, termasuk para penjaga malam di kedutaan, melihat hantu tersebut.

Buku The National Directory of Haunted Places yang ditulis oleh Dennis William Hauck menyebut, penampakan di KBRI seperti sosok wanita cantik dan telanjang. Wanita itu disebut bernama Evalyn Walsh yang hidupnya hancur karena berlian pembawa sial.

Beberapa waktu lalu, seorang mahasiswa Indonesia merekam video di kedutaan. Dia sempat melihat sesosok wanita yang tampil di pakaian putih di tangga. Banyak yang yakin itu hantu Evalyn, namun sebagian lain bersikap skeptis.

Bangunan itu dibeli oleh Ali pada 19 Desember 1951 dengan harga US$ 335.000. Tambahan uang US$ 75 ribu diperlukan untuk biaya renovasi.

Sejak tahun 1973, bangunan itu sudah didaftarkan sebagai salah satu lokasi bersejarah. Artinya, tidak boleh ada renovasi drastis yang bisa mengubah karakter bangunan tersebut.



(mad/nrl)


Berita Terkait