Pembunuhan Istri Direktur BIN, 10 Saksi Diperiksa
Senin, 14 Feb 2005 11:46 WIB
Jakarta - Ny Barkah Hani (41), istri Direktur Bidang Keamanan Badan Intelijen Negara (BIN) Abdurrahman Pelu tewas dibunuh dengan luka tusukan di bagian leher. Motif pembunuhan masih diselidiki dan 10 saksi telah diperiksa.Ny Barkah ditemukan tewas bersama sopirnya di dalam mobil pick up L300 di Kampung Setu, RT 02/RW 02 Bintara Jaya, Bekasi pada Minggu (13/2/2005) pukul 03.30 WIB kemarin. Dia mengalami luka tusukan di bagian leher dan memar di pelipis hingga pipi kanan serta luka di atas kepala. Sedangkan, sang sopir Rahmat bin Rohadi (32) mengalami 21 tusukan.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Tjiptono mengatakan pihaknya belum dapat memastikan motif pembunuhan tersebut."Kita belum tahu apakah ini perampokan atau tidak karena tersangka belum ditangkap. Sampai pagi ini, kita sudah memeriksa 10 saksi. Hasilnya, belum bisa kita ungkapkan tetapi yang jelas kasus ini akan kita tangani secara proporsional. Polres Bekasi dengan diback up Polda Metro Jaya masih berupaya mengungkap kasus ini," ungkap Tjiptono.Menurut dia, sangat terbuka kemungkinan berkoordinasi dengan BIN. "Kita tidak lihat siapa korban, tetapi bisa saja berkoordinasi dengan BIN. Yang jelas, kita ungkap kasus ini," kata dia.Namun demikian, ketika ditanya identitas korban yang diduga istri pejabat BIN, Tjiptono masih akan melakukan pengecekan. "Yang jelas, korbannya adalah hasil tindakan kriminal, suaminya sudah melapor dan itu yang kita tindak lanjuti," ujarnya.Lebih lanjut, dia menambahkan mobil pick up L 300 milik korban disita untuk barang bukti dan belum diketahui laporan barang lainnya yang hilang.
(aan/)











































