Wakil Ketua Badan Legislasi Firman Soebagyo mengakui bahwa di masa sidang kali ini, pembahasan beberapa RUU baru sampai pada tahap harmonisasi. Ada beberapa alasan yang jadi 'pembelaan' Baleg mengapa tak ada UU yang disahkan.
"Sekarang ini, kita ada beberapa RUU yang diharmonisasi. RUU Perumahan Rakyat, RUU Penjaminan, lalu ada RUU usulan inisiatif PKS dan PPP yang tentang larangan minuman beralkohol," kata Firman saat dihubungi, Jumat (24/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satunya karena masa sidang ini pendek. Oleh sebab itu, kita Fraksi Golkar petimbangkan agar ada slot khusus bahas UU, seperti dulu ada hari legislasi," ucap politikus Golkar ini.
Selain itu, Firman juga menyalahkan pemerintah yang dianggap lambat dalam proses pembahasan. Perwakilan pemerintah memang perlu hadir dalam rapat-rapat membahas RUU.
"Sekarang RUU inisiatif pemerintah belum ada yang masuk, mungkin karena sibuk. Pemerintah banyak agenda kegiatan kenegaraan. Ini bukan bulan yang menguntungkan," ujarnya.
Di masa sidang berikutnya, Baleg fokus menyelesaikan 3 RUU yang sudah diharmonisasi. Yang menjadi prioritas juga adalah pembahasan RUU KUHP dan KUHAP.
"Kita memutar otak bagaimana alokasikan waktu untuk masalah UU. Terutama KUHP dan KUHAP juga. Kalau KUHP sudah siap tapi untuk KUHAP, pemerintah agak lambat. Kita minta komisi-komisi juga konsisten dengan RUU yang diusulkan," paparnya.
Sebenarnya, masih ada satu UU yang bisa disahkan malam ini apabila Perppu KPK disetujui oleh DPR menjadi UU. Setelahnya, DPR akan menjalani masa reses hingga 17 Mei 2015 mendatang.
(imk/erd)










































