Jelang Pilkada (2)
Adu Siasat dan Taktik Jitu
Senin, 14 Feb 2005 11:31 WIB
Jakarta - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara pada Juni mendatang sangat penting bagi partai politik. Sejumlah jurus jitu dan strategi pun dipersiapkan.Posisi kepala daerah tentunya sangat strategis bagi partai politik. Ada keyakinan semakin banyak daerah yang dikuasai, semakin besar kemungkinan parpol tersebut merebut suara terbanyak dalam pemilu. Oleh sebab itu, ajang pilkada mendatang bakal menjadi perhatian utama sejumlah parpol.Seperti pemilu legislatif dan pilpres lalu, Pilkada juga akan dilakukan secara langsung. Sesuai UU nomor 32/2004 Pasal 59 ayat 1, peserta pilkada dan wakil kepala daerah adalah pasangan calon yang diusulkan secara berpasangan oleh parpol atau gabungan parpol.Namun peserta yang independen atau perseorangan dan non partai, juga bisa mendaftar sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Caranya, para calon mendaftar melalui parpol dan gabungan parpol tersebut lewat jalur konvensi parpol. Dalam UU Nomor 32 pasal 59 ayat 3 memang disebutkan, parpol atau gabungan parpol wajib membuka kesempatan seluas-luasnya bagi bakal calon perseorangan yang memenuhi syarat melalui mekanisme yang demokratis dan transparan.Untuk memenangkan pertarungan bukanlah perkara mudah. Segalanya perlu direncanakan dengan matang jika tidak mau meleset dari target. PDIP misalnya, mereka mengaku sudah berbenah jauh-jauh hari untuk menghadapi Pilkada ini.Wakil Sekjen PDIP Pramono Anung kepada detikcom mengatakan, PDIP telah memiliki aturan main, baik internal maupun eksternal, yang baku mengenai Pilkada. Baik untuk tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Termasuk juga soal kemungkinan melakukan koalisi dengan parpol lain di daerah tertentu. Koalisi dilakukan mengacu pada kepentingan daerah masing-masing."Semuanya bersifat bottom up. Calonnya harus orang yang mendapat dukungan internal dari partai. Dan untuk mengetahui bahwa seseorang itu layak atau tidak PDIP akan menggunakan uji publik, yaitu melalui rakercabsus," kata Pramono.Soal target, PDIP minimal mempertahankan apa yang sudah bisa diraih pada periode yang lalu. Menurut Pramono, saat ini PDIP sudah memiliki 158 kepala daerah. Pramono menegaskan, berbekal pengalaman yang ada, target tersebut tidak akan terlalu sulit bagi PDIP.Demikian pula dengan kubu Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua Umum PKS, Tifatul Sembiring mengatakan, PKS telah membentuk tim Pilkada untuk setiap daerah dan tingkatan. Untuk wilayah yang memperoleh suara 15 persen ke atas, PKS akan mencalonkan kadernya sendiri.Menurut Tifatul, kaolisi dilakukan di daerah yang meraih suara di bawah 15 persen. Siapa kawan koalisinya, akan dipilih sesuai dengan kriteria PKS di masing-masing daerah. Yang jelas, saat ini PKS masih melakukan lobi-lobi dengan sejumlah parpol.Tifatul menegaskan, PKS tidak akan membatasi diri dalam hal berkoalisi. Bisa dengan PPP, PDIP Partai Demokrat atau Partai Golkar sekalipun. Prinsip PKS, koalisis yang akan dibangun bukan sekadar sebuah aliansi strategis, yakni sebagai praktis di lapangan dan tidak ada penyamaan ideologi.Soal target, Tifatul menegaskan, PKS tidak memiliki angka pasti. Yang jelas, sambungnya, PKS akan ikut berlaga untuk 120 kursi kepala daerah. Dari jumlah tersebut, setengahnya akan diikuti secara maksimal. Alasannya tidak lain soal keuangan. Menurut Tifatul, PKS tidak memiliki dana yang cukup besar untuk ngotot di semua daerah. "Jangan boros peluru," kata Tifatul.Lain PDIP, lain PKS, lain pula Partai Golkar. Partai berlambang pohon beringin ini memiliki target yang berbeda untuk masing-masing daerah. Target Partai Golkar tersebut disesuaikan dengan 3 kategori. Pertama, untuk daerah yang memperoleh suara di atas 50 persen targetnya adalah kepala daerah dan wakilnya.Kedua, untuk daerah yang memperoleh suara antara 15 persen sampai 30 persen, Golkar akan memfokuskan pada posisi Kepala Daerah. Sedangkan wakilnya bisa dari Partai Golkan sendiri atau dari parpol lain. Ketiga, untuk daerah yang memperoleh suara di bawah 15 persen, Partai Golkar hanya akan berusaha mendapatkan posisi wakil kepala daerah."Dengan menentukan kelas-kelas untuk masing-masing daerah kita berharap 100 persen menang. Artinya kepala daerah dan wakilnya atau bisa kepala atau wakilnya saja," kata Andi Matalata, salah satu ketua DPP Partai Golkar kepada detikcom.Sedangkan Partai Demokrat (PD) mengaku belum memiliki target apa-apa, semuanya masih dalam persiapan. Wakil Ketua Umum PD, Vence Rumangkang mengatakan, segala sesuatunya akan ditetapkan dalam kongres pertama partai berlambang bintang 3 sudut tersebut Maret mendatang.Soal calon kepala daerah yang dijagokan, PD punya cara dan rencana sendiri. DPP PD bakal mempunyai peran yang sangat menentukan maju tidaknya seorang calon. Seperti dikatakan Vence, semua calon yang diusulkan daerah harus digodog terlebih dahulu oleh 'orang pusat'."Kita akan memilih calon terbaik. Semua DPD akan mengajukan tiga pasang calon kepada DPP. Dari ketiga pasang calon yang diajukan ke pusat itu, akan kita nilai dan nantinya dibicarakan dalam pleno. Tetapi ini pun belum ditetapkan, dan usul ini pun baru sekadar opini saya saja," tutur Vence.
(djo/)











































