Pihak event organizer Divine Production telah mengumumkan pembatalan kegiatan Splash After Class bagi siswa SMA yang dikemas dalam pool party untuk merayakan berakhirnya Ujian Nasional (UN). Namun hal itu dianggap tak menyelesaikan masalah. Anggota Komisi X DPR yang membidangi pendidikan, Reni Marlinawati meminta polisi tetap mengusut masalah ini.
"Menurut saya penegak hukum harus ambil tindakan kepada pihak EO maupun hotel, misal diberikan sanksi saja apakah stop perizinannya. Mereka batalkan acara kan karena ketahuan. Coba kalau media nggak angkat, mereka mungkin tetap lakukan diam-diam," kata anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati dalam keterangannya, Jumat (24/3/2015).
Reni menilai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan tidak bertanggungjawab. Terutama dalam konteks menjaga moral anak-anak yang selama di sekolah sudah dididik dengan baik, namun saat hendak lulus justru dengan mudahnya dirusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal menurut Reni, sudah ada peraturan terutama bagi warga DKI yang dikeluarkan Gubernur Basuki Tjahja Purnama (Ahok), soal larangan mengadakan kegiatan di luar sekolah pasca Ujian Nasional (UN).
"Sekolah dan orang tua sudah diberi tahu tidak boleh ada kegiatan apapun di luar sekolah, itu clear peraturan Gubernur Ahok. Anak saya pun tak ikut kegiatan di luar sekolah. Jadi kegiatan (pool party) ini memang inisiatif EO dalam rangka cari keuntungan, tapi dengan menghancurkan moral anak," kritik politisi PPP itu.
"Kami mengecam dan intinya hukum harus ditegakkan kepada mereka. Jangan kemudian karena mencari keuntungan dengan mudahnya merusak moral anak," tegas Reni.
Sementara itu, Pjs. Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Wijanarko menyatakan pihaknya masih mengkaji kegiatan bagi anak SMA yang diadakan oleh EO Divine Production yang undangannya disebarluaskan melalui Youtube.
"Kami akan cek βdan akan kita panggil penyelenggaranya," ujar Budi Wijanarko saat dihubungi wartawan, Kamis (23/4) kemarin.
(iqb/rvk)











































