Hari-hari Terakhir Mary Jane sebelum Dipindah ke Nusakambangan

Hari-hari Terakhir Mary Jane sebelum Dipindah ke Nusakambangan

- detikNews
Jumat, 24 Apr 2015 07:50 WIB
Hari-hari Terakhir Mary Jane sebelum Dipindah ke Nusakambangan
Jakarta - Awalnya, terpidana mati kasus narkoba Mary Jane Fiesta Veloso (30) menghuni LP Sleman. Kemudian ia dipindah ke LP Wirogunan Yogyakarta. Dari LP Wirogunan, WN Filipina itu dipindah ke Nusakambangan. Di sana, eksekusi mati akan dilakukan.

Mary Jane masuk dalam daftar eksekusi mati karena membawa 2,6 kg heroin melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada April 2010 silam. Ia mengajukan grasi atas vonis matinya tapi ditolak. Upaya Peninjauan Kembali (PK) sia-sia.

Saat Mary Jane menunggu dijemput ke Nusakambangan, beberapa terpidana mati telah dipindah terlebih dulu. Seperti duo WN Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dan WN Spanyol Raheem Agbaje Salami. Chan dan Sukumaran sebelumnya berada di LP Kerobokan Denpasar, sedangkan Raheem di LP Madiun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari ini, Jumat (24/4/2015), Mary Jane menyusul terpidana mati lain. Ia dipindahkan ke Nusakambangan. Berikut momen-momen terakhir perempuan berambut lurus itu sebelum dipindahkan ke lokasi eksekusi:

1. Tidur saat Dijemput

Jumat dini hari, Mary Jane tidur seperti biasa. Ia dibangunkan petugas. Di luar LP Wirogunan, polisi, jaksa, dan hakim bersiap membawanya ke Nusakambangan. Mary Jane kemudian diperiksa kesehatannya oleh dokter. Denyut jantungnya normal dan ia pun dinyatakan sehat.

"Kondisinya tenang, biasa, normal," kata Kepala LP Wirogunan Zaenal Arifin yang ikut mengantar Mary Jane ke Nusakambangan.

Tepat pada pukul 01.35 WIB, iring-iringan mobil yang membawa Mary Jane keluar dari LP Wirogunan. Rombongan ini terdiri dari mobil Patwal, barracuda, mobil tahanan kejati, dan minibus.

1. Tidur saat Dijemput

Jumat dini hari, Mary Jane tidur seperti biasa. Ia dibangunkan petugas. Di luar LP Wirogunan, polisi, jaksa, dan hakim bersiap membawanya ke Nusakambangan. Mary Jane kemudian diperiksa kesehatannya oleh dokter. Denyut jantungnya normal dan ia pun dinyatakan sehat.

"Kondisinya tenang, biasa, normal," kata Kepala LP Wirogunan Zaenal Arifin yang ikut mengantar Mary Jane ke Nusakambangan.

Tepat pada pukul 01.35 WIB, iring-iringan mobil yang membawa Mary Jane keluar dari LP Wirogunan. Rombongan ini terdiri dari mobil Patwal, barracuda, mobil tahanan kejati, dan minibus.

2. Fashion Show Hari Kartini

Tiga hari lalu atau Selasa, 21 April, adalah peringatan Hari Kartini. Ada beragam perayaan di LP Wirogunan. Mary Jane berpartisipasi dengan mengikuti fashion show. Ia mengenakan kebaya hijau dan berlenggak-lenggok di hadapan juri.

Dari raut wajahnya, Mary Jane terlihat bahagia. Khas orang yang merayakan sesuatu momen penting. Berkat penampilan luwesnya, ia menjadi juara 3 di ajang fashion show tersebut.

2. Fashion Show Hari Kartini

Tiga hari lalu atau Selasa, 21 April, adalah peringatan Hari Kartini. Ada beragam perayaan di LP Wirogunan. Mary Jane berpartisipasi dengan mengikuti fashion show. Ia mengenakan kebaya hijau dan berlenggak-lenggok di hadapan juri.

Dari raut wajahnya, Mary Jane terlihat bahagia. Khas orang yang merayakan sesuatu momen penting. Berkat penampilan luwesnya, ia menjadi juara 3 di ajang fashion show tersebut.

3. Pengin Es Krim, Pizza, dan Durian

PK Mary Jane ditolak pertengahan akhir Maret 2015. Awalnya, ia sempat sedih. Tapi kemudian ia beraktivitas biasa seperti berolahraga, mengikuti upacara, hingga berdoa.

"Dia kepengin makanan, pengin es krim, pizza, dan durian. Untuk durian, ini baru makan pertama," tutur Zaenal Arifin, Senin, 6 April 2015 lalu.

3. Pengin Es Krim, Pizza, dan Durian

PK Mary Jane ditolak pertengahan akhir Maret 2015. Awalnya, ia sempat sedih. Tapi kemudian ia beraktivitas biasa seperti berolahraga, mengikuti upacara, hingga berdoa.

"Dia kepengin makanan, pengin es krim, pizza, dan durian. Untuk durian, ini baru makan pertama," tutur Zaenal Arifin, Senin, 6 April 2015 lalu.

4. Dijenguk Pejabat Filipina dan Keluarga

Rencana eksekusi mati terhadap Mary Jane mendapat perhatian dari Pemerintah Filipina. Pada Selasa, 24 Maret lalu, Menlu Filipina Albert F Del Rosario, Dubes Filipina untuk Indonesia, Maria Lumen Banzon Isleta, dan rombongan datang ke LP Wirogunan. Mereka berbincang selama 1 jam dengan Mary Jane dan memberikan bingkisan berisi sabun, odol, dan lain-lain.

Sepekan kemudian atau tepatnya Selasa, 31 Maret, Mary Jane kembali dijenguk perwakilan Pemerintah Filipina. Kali ini, rombongan terdiri dari konsul kedutaan, kepolisian, BNN Filipina. Ada juga pengacara mewakili keluarga Mary Jane. Rombongan memberikan kamus bahasa Inggris-Tagalog dan uang.

4. Dijenguk Pejabat Filipina dan Keluarga

Rencana eksekusi mati terhadap Mary Jane mendapat perhatian dari Pemerintah Filipina. Pada Selasa, 24 Maret lalu, Menlu Filipina Albert F Del Rosario, Dubes Filipina untuk Indonesia, Maria Lumen Banzon Isleta, dan rombongan datang ke LP Wirogunan. Mereka berbincang selama 1 jam dengan Mary Jane dan memberikan bingkisan berisi sabun, odol, dan lain-lain.

Sepekan kemudian atau tepatnya Selasa, 31 Maret, Mary Jane kembali dijenguk perwakilan Pemerintah Filipina. Kali ini, rombongan terdiri dari konsul kedutaan, kepolisian, BNN Filipina. Ada juga pengacara mewakili keluarga Mary Jane. Rombongan memberikan kamus bahasa Inggris-Tagalog dan uang.

5. Menangis Ditelepon Keluarga

Di LP, Mary Jane bisa menelepon keluarganya di Filipina. Pada Minggu, 30 Maret lalu, ia terlihat menangis. Setelah ditelusuri, ternyata perempuan berambut cokelat itu diberitahu keluarga bahwa PK-nya ditolak MA. Saat itu, surat PK memang belum datang, tapi media massa telah melansir penolakan PK.

"Dia sempat menangis tapi bisa ditenangkan," tutur Zaenal, Senin, 30 Maret lalu.

Tak hanya PK Mary Jane yang ditolak MA, tapi juga Sergei Atloui (WN Prancis) dan Martin Anderson (Ghana). Kini hanya tersisa satu terpidana mati yang menunggu keputusan PK, yakni Zainal Abidin. Jika ada keputusan tetap, maka eksekusi segera dilakukan. Pulau Nusakambangan jadi pilihan sebagai lokasi eksekusi. Di sana, di hadapan regu tembak, para gembong narkoba mempertanggungjawabkan implikasi hukum atas perbuatannya.

5. Menangis Ditelepon Keluarga

Di LP, Mary Jane bisa menelepon keluarganya di Filipina. Pada Minggu, 30 Maret lalu, ia terlihat menangis. Setelah ditelusuri, ternyata perempuan berambut cokelat itu diberitahu keluarga bahwa PK-nya ditolak MA. Saat itu, surat PK memang belum datang, tapi media massa telah melansir penolakan PK.

"Dia sempat menangis tapi bisa ditenangkan," tutur Zaenal, Senin, 30 Maret lalu.

Tak hanya PK Mary Jane yang ditolak MA, tapi juga Sergei Atloui (WN Prancis) dan Martin Anderson (Ghana). Kini hanya tersisa satu terpidana mati yang menunggu keputusan PK, yakni Zainal Abidin. Jika ada keputusan tetap, maka eksekusi segera dilakukan. Pulau Nusakambangan jadi pilihan sebagai lokasi eksekusi. Di sana, di hadapan regu tembak, para gembong narkoba mempertanggungjawabkan implikasi hukum atas perbuatannya.
Halaman 2 dari 12
(try/aws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini