Istri salah satu tersangka yang ikut bersama pelaku ini tampak kaget saat puluhan polisi berpakaian preman dan bertubuh tegap menyergap suaminya yang hendak naik bus setelah turun dari mobil minibus sewaan berwarna putih yang mereka tumpangi bersama anggota komplotan lainnya.
Meski sudah dikepung petugas, dua anggota komplotan begal bernama Fredy dan Rio ini akhirnya tersungkur setelah dua butir peluru bersarang di kedua kakinya. Namun dua anggota komplotan lain berhasil lolos dari kepungan petugas. Sebelum ditangkap, komplotan ini sempat berhenti minum kopi di kawasan Segedong. Komplotan ini tak menyadari telah dibuntuti polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supriyadi mengatakan kedua anggota komplotan ini terkenal licin dan kerap beraksi di mana pun dari kota Pontianak hingga ke pelosok daerah pedalaman Kalimantan Barat.
"Terakhir laporan kejahatan yang mereka lakukan terjadi di wilayah hukum Bengkayang. Setelah mendapat informasi ini, petugas kami dari satuan Unit Jatanras dan Resmob Polda Kalimantan Barat melakukan pengepungan dengan menutup akses keluar. Barulah malam ini, komplotan ini disergap, dan dua berhasil ditembak, sementara dua lainnya berhasil melarikan diri," terangnya.
Kawanan komplotan ini mengintai para korbannya dari sasaran rumah kosong yang ditinggal pemiliknya, hingga dengan modus memecahkan kaca mobil. Bahkan mereka tergolong komplotan begal yang memiliki catatan panjang kriminal.
"Semua pelaku ini adalah residivis kambuhan, mereka tak segan-segan melukai para korbannya bila korban melawan. Karena itu saya imbau masyarakat terus berhati-hati dan selalu waspada terhadap barang bawaan maupun harta benda yang disimpan di dalam mobil agar aksi kejahatan serupa tak terulang kembali," imbuhnya.
Dua anggota komplotan yang tertembak ini langsung menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Barat. Salah satu tersangka Rio bahkan sempat menangis karena terus merasakan kesakitan pada kakinya yang tertembus peluru. Dari tangan kedua anggota komplotan begal ini, polisi menyita uang tunai Rp 30 juta, puluhan handphone bermerek, serta dua tas. Kasus kejahatan begal ini selanjutnya akan dilimpahkan ke Polres Bengkayang berikut tersangka dan barang bukti yang diamankan.
(rvk/rvk)










































