Kereta yang dijanjikan oleh PT KAI untuk Pemkot Surakarta itu adalah loko buatan tahun 1892 dan masuk ke Indonesia 8 tahun berikutnya. Loko tersebut saat ini berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan akan segera direstorasi.
Executive Vice President bidang Perawatan Bangunan Stasiun dan Desain Arsitektur PT KAI, Ella Ubaidi, mengatakan loko bernomor seri D1410 2/8/2T tipe roda ganda itu masih dalam kondisi bagus sehingga hanya perlu sedikit perbaikan. Diperlukan 6 bulan hingga satu tahun untuk proses restorasi. Diharapkan awal tahun 2016 loko tersebut sudah terkirim ke Solo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Surakarta sudah mengajukan permohonan secara resmi pada Februari lalu. Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Yosca Herman Soedrajad, menerangkan Pemkot Surakarta merasa perlu mendatangkan loko berikut gerbong kereta tersebut untuk memenuhi kebutuhan kereta wisata kereta kuno yang sangat diminati wisatawan ke Solo.
"Jadi nanti ada dua kereta uap yang akan beroperasi di Solo. Rencana kami, โselain melayani kereta wisata dalam kota, Pemkot Surakarta juga akan membuka pelayanan wisata perjalanan kereta jarak jauh Solo-Ambarawa dengan rute Solo-Gundih-Kedungjati-Tuntang-Ambarawa.
"Pengadaan KA uap kuno ini menggunakan APBN. Kami hanya terima jadi. Bagi Kota Solo keberadaan wisata KA kuno ini sangat penting. Di dunia hanya ada lima negara yang memiliki rute KA kuno di dalam kota, yaitu Inggris, Swedia, Jerman, Belanda, Indonesia. Di Indonesia, rute itu adalah di Solo," ujarnya.
(mbr/try)











































