SMKN 26 Rawamangun, Jakarta Timur, juga kesal karena namanya dicantumkan sebagai pendukung acara pesta bikini anak SMA. Padahal SMKN 26 tak pernah tahu menahu soal acara tersebut.
"Kami jadi tidak nyaman dan kami tidak tahu soal acara ini. Sekolah juga tidak pernah dihubungi dan berkomunikasi dengan pihak penyelenggara," kata Kepala Sekolah SMK 26 Anas Rosich kepada detikcom, Kamis (23/4/2015).
Anas mengatakan sekolahnya tidak pernah mengizinkan siswanya mengikuti acara seperti itu apalagi sampai menjadi pendukung. Sebab hal ini sangat kontradiktif dengan nilai-nilai yang ditamankan para guru di sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anas juga mengatakan saat ini sekolahnya tengah sibuk menyiapkan siswa kelas XII untuk melanjutkan ke dunia industri sehingga tidak ada waktu untuk perayaan yang berlebihan dan aneh-aneh.
"Di SMK 26 tak ada kegiatan seperti itu, kami masih punya kegiatan yang lebih penting dan sedang concern untuk menempatkan anak didik kami di industri," jelas Anas.
Pesta bikini itu bertajuk good bye UN dengan tema Splash after Class yang mewajibkan pesertanya memakai busana bikini summer dress. Namun acara yang seharusnya digelar 25 April itu dibatalkan oleh pihak EO Devine Production dan Hotel Media and Towers yang ketempatan acara. Keputusan ini ditempuh setelah pihak EO banyak mendapat kritikan lewat media sosial. Pihak hotel juga mengaku tak tahu bahwa acara itu diperuntukkan bagi pelajar di bawah umur. Sekolah-sekolah yang namanya masuk jajaran supported by juga berang karena nama mereka dicatut di klip undangan di Youtube. Klip itu sekarang sudah dihapus.
(slm/nrl)











































