Kiprah keluarga Cendana di kancah politik pun nyaris tak terdengar. Hingga kemudian pada 2002 Siti Hardayanti Rukmana alias Mbak Tutut mendirikan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Mantan Kepala Staf Angkatan Darat yang juga orang dekat Cendana, R Hartono, didapuk menjadi ketua umum PKPB.
Sayang langkah Mbak Tutut yang ingin menjadi presiden pada Pemilu 2004 melalui PKPB gagal. PKBP menjadi partai buncit dan tak berhasil menempatkan satu pun wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun 2009 nama Tommy Soeharto santer disebut maju dalam bursa calon ketua umum Golkar 2009 dalam munas partai di Riau. Sayang nasib putra kinasih Presiden Soeharto itu belumlah mujur. Dia gagal terpilih memimpin beringin.
Kiprah keluarga Cendana di panggung politik kembali 'tertunda'. Hingga akhirnya awal 2014 Siti Hediati Harijadi alias Mbak Titiek turun gunung. Mengusung slogan 'enak zaman Soeharto', Mbak Titiek maju sebagai calon anggota legislatif dari Partai Golkar.
Partai Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie (Ical) yang memang 'menjual' nama Soeharto pada pemilu 2014 lalu menempatkan Mbak Titiek di nomor urut 1 daerah pemilihan Yogyakarta.
Mbak Titiek pun sukses melenggang ke Senayan menjadi anggota DPR periode 2014-2019. Partai Golkar kubu Ical juga menempatkan mantan isteri Prabowo Subianto itu di jajaran petinggi beringin. Mbak Titiek menjadi salah satu Wakil Ketua Umum DPP Golkar kubu Ical.
Saat kisruh Golkar antara kubu Ical dan Agung Laksono kian meruncing, pada 10 April lalu keluarga Cendana mencoba mengambil peran. Mbak Titiek dan Tommy Soeharto mengundang kubu Ical dalam sebuah acara santap siang di kantor keluarga Cendana di gedung Granadi, Kuningan, Jakarta Selatan.
Dalam jamuan santap siang selepas salat Jumat itu, Tommy mengusulkan agar Golkar menggelar musyawarah nasional luar bisa. Meski mengusulkan Munaslub, Tommy tidak secara terang-terangan ingin maju dalam bursa ketua umum Golkar.
Isyarat lebih terang datang dari Mbak Titiek hari ini. Menurut dia banyak kader Golkar di daerah yang ingin keluarga Cendana mengambil alih kepemimpinan di Partai Golkar.
"Daerah-daerah lama-lama bersuara, 'Jadi, keluarga Pak Harto saja deh yang ambil oper.' Ada suara-suara seperti itu," kata Titiek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2015).
Akankah beringin kembali ke pangkuan Cendana?
(erd/nrl)











































