Akik Bengkulu dan Salam Perpisahan dari DPR untuk Rumania

Laporan dari Bucharest

Akik Bengkulu dan Salam Perpisahan dari DPR untuk Rumania

- detikNews
Kamis, 23 Apr 2015 13:58 WIB
Akik Bengkulu dan Salam Perpisahan dari DPR untuk Rumania
Bucharest - Usai sudah kunjungan muhibah DPR RI ke Rumania. Selama tiga hari DPR RI disambut sangat hangat oleh pemerintah, parlemen, dan warga Rumania. Akik bengkulu warna merah bata jadi salam perpisahan DPR untuk negeri yang dikenal dengan kisah drakula.

Sebelum meninggalkan bandara Henri Coanda, Bucharest, Rumania, Rabu (22/4/2015) malam, rombongan delegasi DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan memberikan kenang-kenangan kepada Duta Besar RI untuk Rumania, Diar Nurbintoro. Selepas dari Rumania, DPR terbang ke Turki untuk sejumlah kegiatan sebelum bertolak ke Jakarta.

Anggota delegasi yang juga Ketua komisi V DPR Fary Francis memberikan hadiah kerajinan khas pulau Komodo, sedangkan Taufik Kurniwan memberikan dua buah cincin akik dengan mata batu cantik dari Tanah Air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini saya bawakan akik bengkulu Pak," kata Taufik memberikan dua kotak kecil merah berisi cincin dengan mata warna merah bata yang dikenal dengan nama red raflesia.

Dubes RI untuk Rumania pun langsung memakai dua-duanya kemudian mereka berfoto bersama. Gelak tawa pun pecah di ruang VIP Bandara Henri Coanda Bucharest. Apalagi ternyata mayoritas anggota delegasi juga mengenakan akik bermata indah dari Indonesia.

Anggota Komisi V DPR dari PDIP Sudjadi juga memakai dua akik kesayangannya ke Rumania, sebuah cat eye warna hitam dengan mata kuning keemasan di tangan kiri dan giok Garut berwarna hijau tua di tangan kanannya. Akik Sudjadi juga sempat dipakai oleh Dubes RI untuk berpose.

Kontingen Indonesia lain seperti Ketua Komisi V DPR Fary Francis, anggota Komisi X DPR Helmy Faishal Zaini juga mengenakan akik. Sedangkan dua akik Bengkulu yang dibawakan oleh Taufik Kurniawan bisa jadi koleksi pertama Dubes RI di Rumania.

Ternyata memang banyak anggota dewan yang menggandrungi batu akik. Sudjati yang juga politikus senior PDIP punya banyak koleksi dan tak sembarang batu akik.

"Saya sudah sejal sepuluh tahun lalu suka. Saya paling suka cat eye, ada warna cokelat, emas, premium. Semuanya beli, kalau ada fosil kayu itu saya diberi," kata Sudjadi yang bangga memperlihatkan batu akik bermata selebar kira-kira 1,5 cm tersebut.

Sudjadi sendiri sudah sangat lihat berbicara soal batu akik. Dia punya kepercayaan sendiri soal batu akik.

"Namanya batu ada kelas-kelas paling tinggi batu mulia, berlian dan blue safir, bagi orang Jawa itu nggak bisa diisi, yang bisa diisi itu kelas di bawahnya yang namanya batu akik," katanya.

"Kalau saya memang suka begitu, prinsip saya bukan musyrik. Misalnya sampean mau ketemu presiden nggak punya jalur kebetulan punya saudara ajudan presiden boleh nggak minta tolong?" katanya menganalogikan.

Tentu saja kisah lain soal batu akik ini hidup di Tanah Air. Namun yang jelas tampak adalah ketenaran batu akik yang semakin meriah dan jadi kebanggaan di Tanah Air bahkan dijadikan cendera mata di KAA. Kini batu akik jadi salah perpisahan kunjungan DPR RI ke negeri drakula Rumania.

(van/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini