"Kita telah dengarkan pidato Jokowi, dan saya menambahkan dengan pidato saya yang lebih praktis tentang apa yang harus dilakukan oleh negara-negara Asia Afrika," kata SBY kepada wartawan usai menjadi pembicara di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2015).
SBY dalam pidatonya menyisipkan sejumlah pesan. Ia meminta agar bangsa Asia-Afrika bisa menciptakan perdamaian di dunia terutama Palestina. Dia juga menuturkan kekagumannya akan eratnya hubungan antar negara Asia Afrika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pidato SBY di Konferensi Parlemen Asia Afrika ini berlangsung selama 18 menit. Usai bicara dalam Bahasa Inggris, SBY mendapat standing ovation dari para delegasi selama 1 menit.
Menurut SBY, timing pelaksanaan peringatan KAA ini tepat. Dia berpesan agar semangat KAA tidak pernah hilang.
"Saya katakan semangat Asia Afrika tidak pernah hilang, fighting for peace, for justice, for prosperity. Kalau dulu semangatnya untuk anti kolonialisme, anti penjajahan, sekarang setelah kita merdeka, kita tetap fight for justice, keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan," ucap Chair of Global Green Growth Institute ini.
(imk/nik)










































