Soal Pesta Bikini, Kepsek SMA 29: Kami Larang Keras Anak-anak Datang!

Soal Pesta Bikini, Kepsek SMA 29: Kami Larang Keras Anak-anak Datang!

Idham Kholid - detikNews
Kamis, 23 Apr 2015 11:57 WIB
Soal Pesta Bikini, Kepsek SMA 29: Kami Larang Keras Anak-anak Datang!
Jakarta -

Pihak Sekolah SMA 29 Jakarta mengaku kaget dengan adanya undangan pesta bikini untuk rmerayakan selesainya Ujian Nasional (UN) yang tersebar melalui YouTube dan jejaring sosial. Pihak sekolah yang di video masuk kategori supported by akan bertindak cepat untuk melakukan pencegahan.

"Belum pernah dengar sama sekali. Kan kalau ada apa-apa biasanya terdengar ada isulah ya‎," kata Kepala Sekolah SMA 29 Jakarta, Dra Ratna Budiarti, M. Biomed‎ saat ditemu detikcom di ruangannya, Jalan Kramat No 6, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2015).

"Saya kaget luar biasa, di luar dugaan kami, kami akan cek ke anak-anak, saya akan yakinkan anak-anak (SMA) 29 tidak ada di situ (acara pesta)," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratna menjamin, pihaknya menjamin bahwa anak-anak didiknya tidak akan ada yang ikut dalam acara pesta bikini tersebut. Berbagai langkang antisipasi dan pencegahan akan dilakukan, seperti bekerja sama dengan pihak kepolisian dan mengingatkan kepada para siswa untuk tidak ikut dalam acara 'Spalsh After Clash' tersebut.

"Kami jamin ini tidak akan terlaksana, pasti akan kami antisipasi, ini tidak akan terlaksana. Kita jamin, karena kami kan bekerja sama dengan Mabes Polri, kepolisian di sini dan sebagainya. Saya jamin ini pasti tidak akan terlaksana. Pasti," ujar Ratna.

"Pastinya kami akan coba menghubungi anak-anak, kami ada web juga, kami coba kontak, cari tahu. Tapi namun demikian, kami akan ngomong ke anak-anak, kita larang keras datang ke tempat itu. Dan kita akan mengirim baik pihak sekolah maupun kepolisian untuk hadir ke tempat itu untuk mencegah terjadinya (pesta bikini) itu," tambahnya.

Selain itu, lanjut Ratna, pihak sekolah juga akan berkoordinasi dengan para orangtua murid untuk turut melakukan antisipasi dan pencegahan agar siswa tidak ada yang mengikuti acara tersebut.

"Kami akan minta ke orangtua juga bahwa ada berita begini, jadi mohon orangtua juga untuk segera mencegah dan mengantisipasi‎," pungkasnya.

'Splash after Class', pesta bikini summer dress bagi pelajar SMA di Bekasi dan Jakarta menyebar di YouTube dan jejaring sosial. Dalam undangannya yang tercantum di YouTube dan sejumlah situs, acara digelar pada 25 April 2015.

Di undangan yang dilihat detikcom, Kamis (23/4/2015), acara itu digelar di kolam renang di hotel di kawasan Jakarta Pusat. Di undangan itu tertulis 'no weapon, no drugs, no fear' dengan kostum bikini summer dress. Pihak hotel memastikan pesta tersebut batal. Pesta kolam bertajuk Break the Rules telah digelar pada 18 April di tempat yang sama.

(idh/mad)


Berita Terkait