ADVERTISEMENT

Pengelola Hotel: Pesta Bikini Pelajar SMA Jakarta dan Bekasi 25 April Dibatalkan

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 23 Apr 2015 11:39 WIB
Jakarta -

Pesta bikini yang digelar untuk pelajar SMA pada 25 April mendatang di Hotel Media and Towers dibatalkan. Menurut pihak hotel, event organizer Divine Production dinilai tak memberi kabar soal pencantuman logo hotel yang disebut ikut mendukung. Pihak hotel mengaku hanya memberikan sewa saja.

"Kami akan meng-cancel dengan alasan mereka mempromosikan lewat YouTube tanpa persetujuan kami, terlepas ada logo dan brand dari hotel sendiri yang dimunculkan. Terlebih ketika diposting di YouTube publik bisa menganggap negatif," jelas Manager Entertainment Hotel Media, Ibnu Iqbal, yang ditemui detikcom di kantornya di Jl Gunung Sahari, Jakpus, Kamis (23/4/2015). Video di YouTube sendiri sudah dihapus pemilik akun yang mengunggah.

Menurut Iqbal, pihaknya hanya sebagai tempat pemilik venue yang disewa. Pihak hotel tak tahu menahu soal pesta bikini dan dihadiri pelajar SMA.

"Melihat KPAI juga sudah bicara, poinnya acara itu kita cancel karena mereka pesertanya di bawah umur. Kami dari hotel juga tidak ingin mengambil risiko," terang Iqbal.

Resmi hari ini, pihak hotel sudah memberi konfirmasi membatalkan acara itu. Iqbal kembali menegaskan, acara itu digelar pihak EO dan tak terkait hotel.

"Kebetulan kami hanya sebagai venue. Acara sendiri diselenggarakan oleh EO yang diselenggarakan di area pool sebagai venue, kami telah menawarkan acaranya di lounge tetapi mereka memilih lokasi kolam renang. Kita sendiri telah memberi ketentuan dan mereka menyanggupi semua. Sebagai venue kita tidak menutup siapa saja yang hendak menyewa tempat asal sanggup bayar," tegas dia.

Apa pihak hotel tidak melihat di YouTube bahwa acara itu ditujukan untuk siswa SMA untuk merayakan selesainya UN? "Untuk hal itu kita tidak tahu. Saya sendiri baru tahu begitu lihat di detikcom. Terkait video di YouTube saya sendiri belum melihat terlihat dresscode bikin dan mereka peserta anak SMA," jawab Iqbal.

(edo/ndr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT