Pertemuan berlangsung di Cendrawasih Room, JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2015). Hwang mengatakan, Presiden Korsel Park Geun-hye tidak bisa hadir karena ada kunjungan kerja ke kawasan Amerika Latin.
"Sebelumnya saya sampaikan salam dari Ibu Presiden kami. Sebenarnya Ibu Presiden kami harus datang ke KAA ini, namun dia tidak bisa karena sudah pergi ke luar negeri, ke Amerika Latin. Ibu Presiden menunjuk saya untuk menggantikan delegasi di sini," ujar Hwang usai bertemu JK di JCC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sebenarnya Indonesia terlalu penting bagi Korea. Indonesia adalah negara pertama yang investasinya ke Korea terealisasikan. Terus dari segi perdagangan, investasinya Indonesia begitu penting bagi kami," kata Hwang.
"Maka saya menyampaikan pada Pak Jusuf Kalla, kedua negara hubungannya jangan sekedar sahabat saja, tapi kita perlu meningkatkan hubungan antar dua negara yang sekarang sudah strategis akan tetapi lebih lanjut lagi, lebih tingkat lagi," tambahnya.
Hwang juga menyebutkan, investasi dari Korsel ke Indonesia bukan di bidang sederhana, namun seperti industri pertahanan dan industri lainnya yang menghasilkan peningkatan pajak bagi negara. "Maka kedua negara sudah menjalin hubungan baik dan akan diteruskan," katanya.
Sementara itu, akan ada pembicaraan lanjutan antara kedua negara. Bahasannya terkait dengan infrastruktur.
"Jadi JK membicarakan Indonesia akan mengutamakan tiga bidang ekonomi, yaitu pembangunan infrastruktur, manufaktur dan pertanian. Tiga bidang itu yang rencananya akan dibicarakan," jelas Hwang.
(jor/mad)











































