Cerita Heboh Perayaan UN: Undangan Pesta Bikini hingga Bajak Kontainer

Cerita Heboh Perayaan UN: Undangan Pesta Bikini hingga Bajak Kontainer

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 23 Apr 2015 11:21 WIB
Cerita Heboh Perayaan UN: Undangan Pesta Bikini hingga Bajak Kontainer
Jakarta -

Banyak cara meluapkan kegembiraan untuk merayakan berakhirnya ujian nasional (UN). Ada yang dengan cara positif, namun ada yang dengan cara memprihatinkan.

UN tingkat SMA dan sederajat telah digelar pada 13 hingga 15 April 2015, khusus untuk UN Berbasis Komputer pada 7-15 April 2015. Rencananya, pemindaian hasil UN akan dilakukan oleh PTN pada 16-25 April 2015. Pemrosesan atau scoring di Puspendik pada 26 April sampai 2 Mei 2015. Lalu hasil scoring diserahkan ke PTN atau Panitia SNMPTN pada 2 Mei 2015. Sedangkan Pengumuman hasil SNMPTN akan disampaikan pada 9 Mei 2015.

Kini, UN tak lagi menjadi penentu kelulusan seorang siswa. Namun hasil UN akan menjadi salah satu bahan pertimbangan perguruan tinggi negeri (PTN) dalam merekrut mahasiswa baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelulusan siswa SMA baru diumumkan 18 Mei 2015, tapi sebagian siswa telah berpesta. Terbaru, cerita heboh mengusir kepenatan UN dengan beredarnya 'Splash after Class', pesta bikini summer dress bagi pelajar SMA di Bekasi dan Jakarta yang menyebar di YouTube dan jejaring sosial.

Dalam undangannya yang tercantum di YouTube dan sejumlah situs, acara digelar di kolam renang di hotel berbintang di Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada 25 April 2015.

Untuk pembelian tiket sebelum hari H dikenakan biaya Rp 150.000 sementara untuk pembelian tiket langsung sebesar Rp 200.000. Sedangkan paket VIP dan VVIP dengan harga yang terbilang tak murah. Untuk paket VIP yang berisi 2 botol minuman anggur termurah dijual seharga Rp 2.400.000. Sementara paket termahal yang berisi 4 botol minuman plus ruangan dijual dengan harga Rp 5.000.000.

Pengumuman-pengumuman yang dipasang organizer acara di internet saat ini telah dihapus. Namun mereka telah sukses menggelar acara yang sama pada 18 April lalu berjudul "Break the Rules".

Pesta tersebut mendapat kritikan keras dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI meminta sekolah untuk memperketat pengawasan terhadap anak didik mereka.

Kisah berakhirnya UN yang bikin heboh lainnya dilakukan oleh belasan pelajar di Penjaringan, Jakut. Mereka melakukan tindakan negatif dan tidak patut ditiru. Selain corat-coret seragam dan membajak truk kontainer, mereka juga kedapatan membawa senjata tajam. Duh!


1. Pesta Bikini

'Splash after Class', pesta bikini summer dress bagi pelajar SMA di Bekasi dan Jakarta menyebar di YouTube dan jejaring sosial. Dalam undangannya yang tercantum di YouTube dan sejumlah situs, acara digelar pada 25 April 2015.

Di undangan yang dilihat detikcom, Kamis (23/4/2015), acara itu digelar di kolam renang di hotel di kawasan Jakarta Pusat. Di undangan itu tertulis 'no weapon, no drugs, no fear' dengan kostum bikini summer dress.

Di undangan itu tercantum alamat penyelenggara yakni Divine Production serta nomor telepon. Sayangnya, saat dikontak dan dikonfirmasi, tak ada yang mengangkat.

Di undangan itu disebutkan juga ada sejumlah SMA yang mendukung acara itu. SMA itu tersebar di Jakarta dan Bekasi. Belum jelas apakah SMA itu hanya dicatut atau benar-benar berpartisipasi.

Pesta bikini ini dilakukan dengan tujuan merayakan kelulusan UN. Demikian yang diunggah dalam pernyataan di YouTube sang panitia. Tapi sayangnya lagi, video YouTube sudah dihapus pemilik akun. Sama sekali tak ada jejak.

Untuk pembelian tiket sebelum hari H dikenakan biaya Rp 150.000 sementara untuk pembelian tiket langsung sebesar Rp 200.000. Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan paket VIP dan VVIP dengan harga yang terbilang tak murah. Untuk paket VIP yang berisi 2 botol minuman anggur termurah dijual seharga Rp 2.400.000. Sementara paket termahal yang berisi 4 botol minuman plus ruangan dijual dengan harga Rp 5.000.000.

KPAI yang sudah melihat tayangan video itu menyayangkan pesta itu. KPAI juga meminta sekolah melakukan pencegahan, UN bukan dirayakan dengan pesta-pesta tetapi harus dengan hal yang positif.

"Orangtua juga harus melakukan pencegahan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian," tegas Ketua KPAI Asrorun Niam.

2. Bajak Kontainer

Perayaan berakhirnya UN ternyata dilakukan oleh belasan pelajar di Penjaringan, Jakut dengan tindakan negatif. Selain corat-coret seragam dan membajak truk kontainer, mereka juga kedapatan membawa senjata tajam.

"Mereka kita berhentikan saat berkonvoi naik sepeda motor dan menyetop lalu naik di atas truk kontainer," kata Kapolsek Penjaringan AKBP Aries Syahbudin saat dihubungi, Kamis (18/4/2013).

Dengan pakaian seragam yang penuh coretan ternyata belasan pelajar ini sebagian membawa senjata tajam di tas mereka. Aksi konvoi mereka juga meresahkan para pengguna jalan lainnya, selain membuat kemacetan.

"Razia ini kita libatkan guru, untuk meminimalisir terjadinya tawuran antar pelajar. Kita sendiri memeriksa saat mereka bubar dan berkumpul di tengah jalan," ujar Aries.

Belasan pelajar yang diamankan ini didapat dari kawasan Jalan Bakti, Jalan Pluit Raya, Jalan Gedong Panjang, dan Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi lalu mendata belasan pelajar tersebut dan akan memproses pelajar membawa senjata tajam.

"Kita masih melakukan pemeriksaan. Bagi mereka yang jelas-jelas bawa sajam akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," tutup Aries.

Halaman 2 dari 3
(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads