Di Kota Solo, kawasan yang paling parah tegenang adalah kelurahan Kadipiro, Sumber dan Banyuanyar. Rata-rata ketinggian air di kawasan tersebut mencapai ketinggian hampir satu meter.
Intensitas genangan air yang terus meningkat, memaksa ratusan warga meninggalkan rumahnya sejak semalam. Mereka mencari tempat pengungsian di sekitar lokasi yang terbebas dari genangan air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir akibat luapan Kali Pepe dan Kali Anyar yang merupakan sungai sudetannya merupakan peristiwa yang jarang terjadi di Solo. Banjir besar sebelumnya terjadi pada tahun 2008 yang memakan satu korban jiwa. Kondisi curah hujan di kawasan hulu di Kali Boyolali sangat mempengaruhi ketinggian air dua sungai yang merupakan anak sungai Bengawan solo tersebut.
"Air mulai masuk ke pemukiman menjelang tengah malam. Tidak ada bantuan apapun yang berani mendekat ke sini karena arusnya sangat deras, lagipula listrik mati. Pagi ini air mulai surut, warga sebagian sudah kembali ke rumah untuk bersih-bersih, namun masih banyak juga yang mengungsi karena rumahnya masih tergenang. Di kampung kami rata-rata ketinggian air pagi ini sekitar selutut. Rumah yang dekat dengan sungai kondisinya cukup parah. Banyak perabotan yang rusak," ujar Ade, warga Kampung Sruni, Kadipiro saat dihubungi detikcom, Kamis (23/4/2015) pagi.
(mbr/bar)











































