Komisi V DPR Cicipi Sistem Transportasi Terpadu di Negeri Drakula

Laporan dari Bucharest

Komisi V DPR Cicipi Sistem Transportasi Terpadu di Negeri Drakula

- detikNews
Kamis, 23 Apr 2015 06:18 WIB
Komisi V DPR Cicipi Sistem Transportasi Terpadu di Negeri Drakula
Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis (Elvan/detikcom)
Bucharest, - Di tengah kunjungan muhibah ke Rumania, Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis menyempatkan menjajal sistem transportasi terpadu di ‘negeri drakula’. Fary berharap hal positif tersebut dapat diterapkan di Indonesia.

"Setelah membahas dengan komisi transportasi parlemen Rumania, saya mau coba langsung sistem transportasi terpadu tersebut. Tadi setelah dijelaskan oleh ketua komisi transportasi parlemen Rumania saya langsung mencoba dimulai dari Metro subway, kemudian trem, kemudian ada bus yang dioperasikan umum maupun dengan listrik," kata Fary usai seharian menjajal sistem transportasi terpadu Rumania di Bucharest, Rabu (22/4/2015).

Hanya sistem transportasi sungai yang tak sempat dijajal. Sebab rutenya panjang dan memakan waktu yang lama. Ada pelajaran yang dipetik Fary dan bakal dibawanya dalam pembahasan di Komisi V DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi satu kartu untuk semua moda transportasi, nggak perlu lagi karcis," katanya.

Kemudian calon penumpang juga mendapat informasi cukup tentang kapan kedatangan alat transportasinya. Alat transportasi umum juga datang secara berkala dengan jadwal yang jelas.

"Saya kira perlu ada manajemen yang terintegrasi seperti ini dalam pengelolaan tiket. Jadi dengan satu kartu kita bisa akses semua moda transportasi. Yang kedua keterpaduan antara Metro Syubway dengan semua transportasi umum di sini sangat baik, jarak antar terminal, stasiun, dan halte feeder-nya berdekatan," katanya.

Fary juga berharap Indonesia lekas menerapkan bus listrik yang bebas polusi. Juga punya akses yang jelas ke berbagai titik di semua wilayah kantung strategis penduduk.

"Jadi cukup terapkan apa yang ada di Rumania saja, nggak usah terlalu tinggi tinggi seperti di Jepang, Jerman, atau New York," katanya menutup pembicaraan.

(van/bar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads