Meutya Hafid: KAA Jadi Kesempatan Emas Indonesia di Pentas Internasional

Meutya Hafid: KAA Jadi Kesempatan Emas Indonesia di Pentas Internasional

- detikNews
Rabu, 22 Apr 2015 18:47 WIB
Meutya Hafid: KAA Jadi Kesempatan Emas Indonesia di Pentas Internasional
Meutya Hafid (Foto-detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parleman (BKSAP) Meutya Viada Hafid mengatakan peringatan 60 tahun konferensi Asia Afrika akan menjadi kesempatan 'emas' bagi Indonesia di panggung internasional. Politisi Partai Golongan Karya ini pun berharap peringatan 60 tahun KAA bisa memberikan hasil nyata bagi pembangunan negara di dua benua tersebut.

Khususnya, kata Meutya, kerjasama untuk perdamaian dan kesejahteraan post-MDGs 2015 Development Agenda dan solidaritas Palestina merdeka.

“Pertanyaannya nanti setelah KAA adalah seberapa jauh hasil KAA hari ini bisa dilaksanakan oleh peserta konferensi dan memberikan hasil baik bagi peningkatan pembangunan dan perbaikan masyarakat Asia-Afrika,” kata Meutya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meutya pun menjelaskan perbedaan antara KAA 1955 dan yang digelar tahun ini. Tahun 1955 tujuan KAA adalah perjuangan negara peserta untuk membebaskan diri dari belenggu kolonialisme.

"Saat ini tujuan KAA tidak hanya membebaskan diri dari kolonialisme namun juga bagaimana mensejahterakan dan memberikan perdamaian bagi masyarakat Asia Afrika,” kata Meutya yang baru saja digeser kubu Aburizal Bakrie (Ical) dari Komisi I DPR RI itu.

Tujuan yang sama dari dua KAA itu menurut dia adalah melawan 'penjajahan' melalui adanya pengusungan Deklarasi kemerdekaan Negara Palestina (Declaration on Palestine) pada KAA tahun ini. “Penjajahan Israel terhadap Palestina harus dihentikan karena sudah sangat menyengsarakan kehidupan rakyat Palestina," kata Meutya.

Dia berharap negara-negara di Asia dan Afrika mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina melalui tindakan nyata. Misalnya dengan memberikan tempat untuk perwakilan Palestina mendirikan kedutaan besarnya di negara-negara Asia-Afrika.

Terkait Palestina, menurut Meutya, Komisi I DPR RI dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga telah membicarakan mengenai pembentukan kantor perwakilan Indonesia di Ramallah. "Secara prinsip Komisi I DPR RI menyetujui tinggal masalah teknisnya saja," kata Meutya.

(hat/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini