Berbicara seusai dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Jakarta, Rabu (22/4/2015), Triyono menyatakan, pemerintahan Jokowi - JK saat ini mempunyai komitmen luar biasa terkait pembangunan kawasan perbatasan. Ada beberapa aspek yang menjadi indikator.
"Begitu dilantik, Presiden berkunjung di kawasan perbatasan, kebetulan saya juga mendampingi. Artinya mulai dari Tarakan sampai ke Sebatik, terus Atambua, terus ke Papua, dan juga beliau mengunjungi Entikong dan telah memberikan petunjuk-petunjuk agar betul-betul dilakukan percepatan pembangunan infrastruktur. Khususnya di kawasan perbatasan, lebih khusus lagi pos-pos lintas batas strategis," kata Triyono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang ingin diwujudkan dalam dua tahun ini, dan ini sedang dimulai. Jadi nggak hanya ini saja, tapi sektor-sektor lain juga. Sebagai suatu pusat pertumbuhan di mana kita menginginkan bahwa kawasan perbatasan ingin dijadikan sebagai beranda depan sekaligus pintu gerbang dengan negara tetangga," katanya.
Disebutkan Triyono, komitmen dalam pembangunan kawasan perbatasan sangat kuat. Bahkan melalui Perpres Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019, pemerintah sekarang membangun Indonesia dari pinggiran. Terutama dengan memperkuat desa dan daerah-daerah.
"Bahkan di Perpres, ada penekanan bahwa dalam rangka pembangunan kawasan perbatasan mulai melakukan peletakan bahkan kebijakan khusus untuk melindungi kepentingan nasional di sekitar perbatasan tersebut," tukas Triyono.
(rul/rul)










































