Sekretaris Kabinet Andi Widajanto mengatakan, pertemuan dua kepala negara itu membahas lebih lanjut tentang kerja sama Selatan-Selatan. Kerja sama itu bertujuan untuk meningkatkan stabilitas dan kesejahteraan negara Asia Afrika.
"Kedua, Jepang sepakat reformasi PBB diperlukan," kata Andi lewat pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (22/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isu-isu Indonesia-Jepang, di antaranya investasi untuk industri orientasi ekspor. Energi, maritim, bebas visa Jepang, kerjasama pertahanan, kerjasama untuk tsunami, antara lain dengan inisiasi Hari Tsunami Dunia," jelas Andi.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah menyinggung tentang perubahan yang perlu dilakukan di PBB saat berpidato di pembukaan KAA 2015 tadi pagi. Sejumlah hal memang dikritisi dari PBB, mulai dari hak veto yang dinilai tak demokratis sampai disetir negara besar.
"Kita bangsa Asia Afrika mendesak reformasi PBB agar berfungsi optimal," ucap Jokowi yang berpidato dalam Bahasa Indonesia.
(jor/imk)











































