Tersangka yang biasa disapa Pur itu mengakui memang sempat menghisap rokok. Selain itu ia juga meninggalkan handphone merek Sharp miliknya di lokasi kejadian.
"Iya (merokok), iya itu handphone saya ketinggalan," kata Pur di Mapolrestabes Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rokok dan handphone ketinggalan. Suami korban rokoknya Sukun di situ ada Djarum," kata Burhanudin.
Hanya berselang tiga hari, tim Resmob Sat Reskrim Polrestabes Semarang akhirnya berhasil meringkus Pur dini hari tadi di Terminal Giwangan Yogyakarta.
Diberitakan sebelumnya, Pur yang bekerja sebagai tukang bongkar pasir di dekat lokasi di Jalan Brigjend Sudiarto sudah memantau kondisi kios penjualan kayu milik Hj Suparti. Kemudian hari Sabtu (18/4) lalu ia masuk ke kios dan langsung menghabisi korban dengan menusukkan pisau ke perut dan menyabetkan pecahan kaca ke leher.
Ia kemudian membawa kabur uang senilai Rp 2,2 juta dan handphone korban, namun saat itu handphone miliknya malah tertinggal. Menurut pengakuan, Pur nekat melakukan aksi sadis itu karena terlilit hutang dan harus membayar cicilan motor.
(alg/rul)
