Saksi Kunci Tewas, Yoseph Pejabat KKP Datang ke Jakarta Beli Peralatan

Saksi Kunci Tewas, Yoseph Pejabat KKP Datang ke Jakarta Beli Peralatan

- detikNews
Rabu, 22 Apr 2015 12:04 WIB
Saksi Kunci Tewas, Yoseph Pejabat KKP Datang ke Jakarta Beli Peralatan
Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menyelidiki rekam jejak Yoseph Sairlela yang meninggal di Hotel Treva, Menteng, Jakarta Pusat. Yoseph menjabat sebagai kepala pos Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di pelabuhan Benjina dianggap sebagai saksi penting praktik perbudakan yang dilakukan oleh PT Pusaka Benjina Resources (PBR).

Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Asep Burhanuddin mengatakan Yoseph diketauhi datang ke Jakarta untuk keperluan tugas dinas. Tugas dinas yang dimaksud adalah membeli berbagai sparepart yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi speedboat yang rusak di Dobo.

"Kronologis Almarhum Yoseph, beliau berangkat ke Jakarta dalam rangka membeli sparepart untuk speedboat di Dobo karena rusak. Sparepart ini yang tidak ada di Dobo," kata Asep saat berdiskusi dengan media di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (22/04/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum berangkat ke Jakarta, Yoseph diketauhi telah meminta izin kepada Kepala Stasiun PSDKP Tual, Maluku Muchtar.

"Saya mendapatkan informasi, bila hari Minggu pagi dari Kepala Stasiun PSDKP Tual, Muchtar anggotanya meninggal di wilayah Jakarta Pusat. Berita ini dilaporkan ke Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan) untuk ditindaklanjuti dan kami meninjau langsung ke RSCM," tuturnya.

Hingga pada akhirnya, Yoseph ditemukan meninggal dunia pada Sabtu malam atau tepatnya 18 April 2015 pada pukul 20.38 WIB. Hasil sementara pemeriksaan dari pihak kedokteran RS Menteng Mitra Afia (MMA) mengungkapkan bila Yoseph meninggal akibat serangan jantung.

"Hasil pemeriksaan dokter awal diberitakan serangan jantung. Ini baru hasil pemeriksaan awal," kata Asep.

(wij/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini