Pantauan detikcom, Rabu (23/4/2015) sekitar pukul 08.55 WIB, sejumlah pengendara sepeda motor tampak memarkirkan kendaraannya di pembatas jalan yang dipasang petugas polisi. Mereka mengaku lebih baik menunggu Lalin dibuka.
"Kejauhan muternya, capek. Jarang-jarang juga kok begini," kata Rama (28) yang hendak menuju Grogol, Jakarta Barat itu.
Warga Pasar Minggu yang bekerja di Sudin Kependudukan Jakarta Selatan ini mengatakan, dia memilih menunggu Lalin dibuka, sebab arus Lalin di pengalihan arus juga sama saja macetnya.
"Lagian mau lewat Palmerah juga sama saja macet. Ya lebih baik nunggu," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Hilman (26). Menurutnya, memilih jalan memutar hanya akan menghabiskan bensin, belum lagi semrawut arus Lalin di jalur rekayasa tersebut.
"Buang-buang bensin. Daripada muter, lama juga kan, macet, semrawut juga, ya nungga (dibuka) saja," ujar warga Cibubur yang hendak menuju Kebon Sirih, Jakarta Pusat itu.
Sementara itu, petugas polisi tampak telah membuka Lalu Lintas Jalan Sudirman sejak pukul 09.20 WIB tadi. Saat ini Lalin kembali normal dan dapat dilalui oleh pengendara.
(idh/fdn)











































