Kondisi ini dialami oleh seorang karyawan swasta bernama Ajeng (24). Dia mengaku memilih jalan kaki dari Patung Pemuda Senayan menuju kantornya di kawasan Setia Budi.
"Dari Blok M sampai sini (Patung Pemuda Senayan) naik Kopaja, dari sini sampai Setiabudi ya jalan kaki," kata warga Kebayoran Baru, Jaksel itu saat berbincang dengan detikcom, Rabu (22/4/2015) sekitar pukul 08.45 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"30 menit lah jalan kaki. Ya telat sih, tapi mau gimana lagi, nggak bisa apa-apa juga," ujarnya seraya tertawa kecil.
Tidak hanya Ajeng, hal serupa juga dialami Revi (35). Revi memilih jalan kaki dari Patung Pemuda Senayan menuju kantornya di Mayapada yang terletak di sebelah WTC Sudirman.
"Dari rumah ke Blok M naik mobil diantar istri, tapi busway katanya nggak jalan sampai jam 10.00 WIB, akhirnya naik Metromini sampai sini, ke kantor jalan dulu, ya setengah jam lah (jalan kaki)," ujar warga Pamulang, Tangerang Selatan itu.
Revi pun mengeluhkan kurangnya sosialasi rekayasa lalu lintas terkat pagelaran Konferensi Asia Afrika (KAA) tersebut. Sebab jika sosialisasinya maksimal, menurutnya, dia akan mempersiapkan sejak pagi berangkat.
"Nggak ada informasi, sosialisasinya kurang, kalau tahu kan sudah siap-siap dari pagi," pungkasnya.
(idh/imk)










































