"Kita dalami, kan sudah dilakukan autopsi. Bagaimana ya kita ikuti terus itu," kata jenderal yang disapa Buwas itu usai rapat panja di Komisi III, komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2015).
Meski demikian, ia enggan berspekulasi tewasnya Yoseph disebabkan oleh kekerasan. Lebih baik menurutnya, hasil autopsi yang menjadi penentu dugaan tewasnya pegawai negeri berusia 54 tahun itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Yoseph ditemukan tewas pada Minggu (19/4), tengah malam. Saat ditemukan, wajah korban di bagian pipi mengalami luka lebam.
Adapun keberadaan Yoseph di Jakarta diketahui dalam kepentingan penyelidikan kasus illegal fishing di Benjina. Posisi jabatan Yosep sendiri adalah Koordinator Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Kepulauan Aru.
(hat/fdn)











































